Mengutip pandangan akademisi hukum tata negara Jimly Asshiddiqie, Basuki menegaskan bahwa keberlanjutan IKN adalah sebuah keniscayaan.
"Beliau menyampaikan, artinya Pak Presiden sudah mengikatkan diri secara politis dan secara konstitusi bahwa yes IKN akan menjadi ibu kota negara," ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Gebrakan Basuki di Otorita IKN melampaui urusan teknis pembangunan fisik. Ia secara agresif mendorong skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk mengamankan aliran investasi.
Baginya, keterlibatan sektor swasta adalah instrumen vital untuk memastikan IKN menjadi kota yang mandiri dan kompetitif.
Baca juga: Semalam, Bahlil Tour Eksklusif IKN, Basuki Jadi Pemandunya
Namun, yang paling menggugah dari profil seorang Basuki adalah integritasnya dalam memimpin melalui teladan atau leading by example.
Sejak Maret 2025, ia memilih untuk menanggalkan kenyamanan ibu kota lama dan menetap di Rumah Tapak Jabatan Menteri di IKN.
Ia memilih tinggal di tengah hutan yang sedang bersolek, merasakan langsung setiap detak pembangunan, dan memastikan setiap kendala di lapangan mendapatkan solusi instan.
Fokus sang maestro kini terarah tajam pada target 2028: menjadikan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia yang paripurna.
Baca juga: Raksasa Artha Graha Ekspansi di IKN, Ini Barisan Bisnisnya
Di tengah skeptisisme dan tantangan global, Basuki Hadimuljono tetap berdiri tegak dengan topi lusuhnya, memastikan bahwa janji pembangunan ini bukan sekadar fatamorgana di cakrawala Borneo.
Ia sedang menulis sejarah, bukan dengan tinta, melainkan dengan aspal, beton, dan dedikasi yang tak kunjung padam bagi kejayaan Nusantara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang