Penulis
Anggaran tahun 2026 ini difokuskan pada penyelesaian ekosistem perkantoran, termasuk revisi penambahan fasilitas sensor panas karhutla dan sistem drainase makro.
Kemudian, fasilitas Yudikatif dan Legislatif yang ditandai dengan dimulainya konstruksi masif gedung DPR dan Mahkamah Agung.
Selanjutnya, infrastruktur konektivitas melalui penyelesaian Tol IKN guna mendukung mobilitas logistik.
Di tingkat operasional, Otorita IKN memastikan bahwa koreksi desain dari Presiden tidak akan menghambat jadwal pembangunan secara keseluruhan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan kesiapan timnya untuk mengintegrasikan masukan teknis tersebut dalam struktur anggaran yang sudah ada.
Baca juga: Membedah Kesiapan Bandara Nusantara IKN untuk Penerbangan Komersial
Pihaknya telah melaporkan metode pemasangan sensor suhu dan kelembapan sebagai bagian dari sistem kota cerdas untuk deteksi karhutla.
"Instruksi Presiden sudah kami petakan secara teknis. Fokus kami sekarang adalah memastikan kualitas bangunan tetap terjaga sementara percepatan dilakukan untuk gedung-gedung lembaga tinggi negara agar 2028 target 'Ibu Kota Politik' tercapai," tegas Basuki.
Dengan demikian, potensi pembengkakan anggaran akibat revisi desain IKN pada tahun 2026 dapat ditekan melalui manajemen proyek yang ketat.
Menurut Boegar, penambahan embung dan sensor mitigasi bukanlah "tambahan beban", melainkan investasi untuk keberlanjutan kota.
Dengan DIPA 2026 yang terukur, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap rupiah yang keluar dari APBN berkontribusi pada terciptanya pusat pemerintahan yang tangguh dan cerdas secara iklim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang