Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Tol IKN, PAM Group Bangun Apartemen dengan Investasi Rp 300 Miliar

Kompas.com, 31 Januari 2026, 14:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai menunjukkan dampak nyata pada peta demografi dan kebutuhan hunian di kota penyangga.

Fenomena migrasi penduduk dari Pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya ke Balikpapan mendorong pengembang properti untuk kembali bergerak cepat.

Salah satunya adalah PAM Group melalui PT Fajar Sinar Teguh yang resmi memulai pembangunan proyek low-rise apartment bertajuk Sepinggan Terrace, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Akhirnya, Raksasa Properti Dubai Resmi Investasi Rp 4 Triliun di IKN

Direktur PT Fajar Sinar Teguh, Tjia Daniel Wirawan, mengungkapkan, proyek ini menelan nilai investasi  mencapai Rp 300 miliar.

Langkah ekspansi ini diambil di tengah momentum pemulihan pasar pascapandemi yang kini didorong oleh magnet IKN.

Respons Terhadap Gelombang Migrasi

Menurut Daniel, pasar apartemen di Balikpapan sempat mengalami penurunan signifikan setelah periode Covid-19. Namun, status Balikpapan sebagai gerbang utama IKN mengubah arah pasar.

Munculnya gelombang migrasi profesional dan pekerja dari luar Kalimantan menciptakan celah kebutuhan hunian yang praktis dan memiliki aksesibilitas tinggi.

Baca juga: Raja Properti Surabaya Tetap Komitmen Bangun Superblock Jumbo di IKN

"Seiring IKN yang terus berjalan, kebutuhan itu tetap ada. Banyak orang dari Jawa atau kota-kota besar mulai bermigrasi ke Balikpapan. Mereka membutuhkan hunian di tengah kota yang memudahkan mobilitas dan efisiensi waktu transportasi dibandingkan perumahan di pinggiran," ujar Daniel menjawab Kompas.com.

Sepinggan Terrace direncanakan terdiri dari 9 menara dengan total 400 unit hunian. Proyek ini juga dilengkapi fasilitas restoran dan club house.

Pada tahap awal, pengembang memfokuskan pembangunan pada dua menara (Tower G dan H) yang ditargetkan rampung pada tahun 2027.

Incar Segmen Menengah

Di tengah persaingan properti Balikpapan yang semakin ketat, PAM Group memilih masuk ke segmen menengah dengan kisaran harga Rp 22 juta hingga Rp 25 juta per meter persegi.

Strategi ini diambil untuk mengisi kekosongan antara hunian kelas bawah dan apartemen mewah yang harganya telah melampaui Rp 30 juta per meter persegi.

Baca juga: Peluang Emas Investasi Properti di Kaltim, IKN Jadi Magnet Utama

"Kami mengusung konsep smart living dan smart home dengan tagline Urban Living. Ini adalah respons terhadap gaya hidup perkotaan yang menuntut kepraktisan," tambah Daniel.

Lokasi proyek yang berdekatan dengan akses langsung menuju gerbang Tol IKN di depan Bandara Sepinggan menjadi nilai jual utama.

Konektivitas ini dinilai krusial bagi konsumen yang memiliki aktivitas tinggi baik di pusat kota Balikpapan maupun yang harus bolak-balik menuju kawasan IKN.

Ekspansi ke IKN dan Sektor Logistik

Selain fokus pada residensial di Balikpapan, PAM Group juga tengah mempersiapkan langkah strategis untuk masuk langsung ke kawasan IKN.

Daniel menyebutkan, perusahaan sedang dalam tahap finalisasi desain untuk proyek di Nusantara.

Berbeda dengan proyek di Balikpapan yang berfokus pada hunian vertikal, di IKN pengembang lebih melirik sektor pergudangan dan logistik melalui skema Nusantara Warehouse Project (NWP).

Baca juga: IKN Masuk 10 Besar Kota dengan Pertumbuhan Properti Paling Prospektif

"Untuk IKN, kemungkinan kami akan mulai dengan pergudangan karena itu yang paling masuk akal saat ini. Kami targetkan untuk bisa mulai bergerak tahun ini juga, seiring dengan proses perizinan yang berjalan," jelasnya.

Saat ini, progres di lapangan masih terfokus pada pematangan lahan (land clearing) dan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan akses dan konstruksi awal.

Meski tantangan akuisisi lahan di Kalimantan Timur tidak mudah, Daniel optimistis kesiapan lahan yang sudah "clear" menjadi modal kuat bagi perusahaan untuk menyelesaikan proyek tepat waktu di tengah meningkatnya minat pasar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau