Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Stabilitas di Gerbang IKN: Balikpapan Deflasi, Sinyal Positif Daya Beli

Kompas.com, 5 Februari 2026, 23:19 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Dinamika inflasi di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan tren melandai pada pembukaan tahun 2026.

Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tercatat bergerak dalam koridor yang stabil, merefleksikan keberhasilan normalisasi permintaan agregat pasca-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru 2025-2026.

Berdasarkan data terbaru, Balikpapan mencatatkan deflasi sebesar 0,11% (mtm) pada Januari 2026, sebuah koreksi harga yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan lonjakan konsumsi di bulan sebelumnya.

Baca juga: Jajang Hermawan: BI Kaltim Fokus Akselerasi Pembayaran Digital dan UMKM

Sementara itu, Kabupaten PPU mengalami inflasi marginal sebesar 0,05% (mtm). Secara tahunan, inflasi kedua daerah ini, masing-masing sebesar 3,26% (yoy) dan 2,75% (yoy), masih berada jauh di bawah rata-rata inflasi nasional yang mencapai 3,55% (yoy).

Koreksi Sektor Transportasi 

Analisis sektoral menunjukkan bahwa Kelompok Transportasi menjadi motor utama deflasi di Balikpapan dengan andil -0,28% (mtm).

Penurunan tarif angkutan udara menjadi variabel kunci seiring melandainya mobilitas masyarakat pasca-puncak libur panjang.

Tak hanya itu, kebijakan transmisi harga BBM nonsubsidi (Pertamax) yang turun sebesar Rp 400 per liter sesuai Kepmen ESDM No. 245/2022 turut memberikan tekanan disinflasi pada komponen harga diatur pemerintah (administered prices).

Baca juga: Menjaga Jangkar Ekonomi, Strategi BI Balikpapan Hadapi Volatilitas 2026

Menariknya, terdapat instrumen kebijakan lokal yang memberikan dampak langsung pada kantong masyarakat.

Implementasi Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BSOP) di Kalimantan Timur berhasil menekan tarif Sekolah Menengah Atas (SMA), menjadikannya salah satu dari lima komoditas penyumbang deflasi terdalam.

Kondisi inflasi di penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yakni Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) terpantau stabil pada awal 2026NotebookLM/HILDA B ALEXANDER Kondisi inflasi di penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yakni Balikpapan dan Penajam Paser Utara (PPU) terpantau stabil pada awal 2026
Tekanan Global pada Emas dan Tantangan Logistik PPU

Di sisi lain, residu inflasi masih membayangi kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Emas perhiasan menjadi kontributor inflasi di kedua wilayah akibat volatilitas harga emas global yang dipicu oleh ketidakpastian geopolitik dan penguatan permintaan safe-haven asset.

Di Kabupaten PPU, tantangan geografis dan anomali cuaca menjadi determinan utama. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi 0,05% (mtm).

Ikan tongkol dan kayu balokan mengalami kenaikan harga akibat tingginya intensitas hujan dan gelombang laut yang menghambat rantai pasok.

Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara

Deputi Direktur yang juga Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan bahwa sinergi lintas lembaga menjadi kunci terjaganya stabilitas ini.

"Realisasi inflasi awal tahun ini masih berada dalam rentang sasaran nasional 2,5%±1%. Namun, kami tetap mewaspadai risiko volatile food (gejolak harga pangan) seiring masuknya puncak musim hujan yang berisiko mengganggu sentra produksi hortikultura dan perikanan," ungkap Robi, dikutip Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Optimisme Konsumen Jelang Ramadan

Meskipun terjadi deflasi di Balikpapan, level keyakinan masyarakat justru menunjukkan tren penguatan.

Hasil Survei Konsumen pada Januari 2026 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) sebesar 129,3, meningkat tajam dari 122,7 pada Desember sebelumnya.

Angka di atas ambang batas 100 ini menandakan bahwa ekspektasi publik terhadap prospek ekonomi enam bulan ke depan sangat optimistis.

Baca juga: Alarm Merah Inflasi IKN Berbunyi, BI Kaltim Siapkan Jurus 4K

Hal ini terkonfirmasi dari mulai naiknya harga komoditas seperti baju muslim anak, yang mengindikasikan masyarakat mulai melakukan antisipasi belanja menjelang bulan Ramadan pada Februari mendatang.

Menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan lonjakan permintaan Ramadan-Idulfitri, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) telah menyiapkan serangkaian langkah mitigasi proaktif.

Strategi tersebut mencakup penguatan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) untuk menjamin kesinambungan pasokan dari luar wilayah serta peningkatan frekuensi pasar murah di titik-titik krusial.

Ke depan, koordinasi melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) akan diakselerasi guna memastikan bahwa stabilitas harga di gerbang IKN tetap kokoh, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas dan inklusif.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau