Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cahaya Salib Raksasa di Atap Basilika Nusantara, Menanti Restu Vatikan

Kompas.com, 19 Februari 2026, 03:30 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Sebuah siluet agung berpendar, memecah keheningan malam dengan cahaya yang syahdu di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Foto-foto udara yang tertangkap kamera drone nir-awak milik Sandi Raiwan pada medio Februari 2026, memperlihatkan sebuah mahakarya arsitektur yang tegak berdiri di atas bukit, memancarkan aura sakral yang mendalam.

Inilah Basilika Santo Fransiskus Xaverius, sebuah bangunan yang "tumbuh" dari tanah Nusantara untuk menjadi titik temu antara keilahian Allah, kemanusiaan, dan keasrian alam.

Baca juga: Sejarah Terukir, Ribuan Jamaah Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN

Dari ketinggian, struktur bangunan ini membentuk salib yang presisi, sebuah manifestasi visual dari konsep klasik gereja besar Eropa yang bertransformasi dalam dialektika lokal Indonesia.

Garis-garis cahaya yang membingkai atapnya merupakan aksentuasi atas "puncak doa" yang menjulang tinggi, merepresentasikan kerinduan manusia untuk menyentuh cakrawala ketuhanan.

Basilika Santo Fransiscus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN)Sandi Raiwan Basilika Santo Fransiscus Xaverius di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Arsitektur yang Bernafas

Basilika Nusantara dirancang dengan filosofi "bangunan yang bernafas".

Principal Architect Titik Garis Bidang, Mei Mumpuni, merancang gereja ini agar responsif terhadap iklim tropis melalui penggunaan ventilasi alami yang masif.

Bentuk massa bangunan didominasi oleh arsitektur atap vernakular Nusantara, yang tidak hanya memberikan naungan dari terik surya pagi dan sore, tetapi juga menciptakan efek nave yang tinggi dan megah di ruang ibadah utama.

Baca juga: Hilal Tak Tampak di Langit IKN, Debut Bersejarah Jadi Lokasi Pemantauan

Keunikan teknis Basilika ini terletak pada "Sains Nusantara" yang diusungnya. Setiap ukuran penting bangunan, mulai dari Menara Lonceng hingga Altar, menggunakan patokan angka kemerdekaan Indonesia: 17, 8, dan 45.

Hal ini menegaskan bahwa iman Katolik di IKN berakar kuat pada identitas kebangsaan yang mandiri dan bermartabat.

Basilika Santo Fransiscus Xaverius Ibu Kota Nusantara (IKN) berdampingan dengan Masjid NegaraSandi Raiwan Basilika Santo Fransiscus Xaverius Ibu Kota Nusantara (IKN) berdampingan dengan Masjid Negara
Teknologi Eropa dalam Tradisi Liturgi

Meskipun berakar pada lokalitas, Basilika ini tidak menutup diri dari modernitas. Wakil Menteri Agama (Wamenag), Muhammad Syafi’i, mengungkapkan, instrumen liturgi paling ikonik, yakni lonceng dan salib, didatangkan khusus dari Belanda.

Menariknya, instrumen tradisi ini dioperasikan dengan sistem digital, selaras dengan visi IKN sebagai smart city.

Baca juga: Basilika Nusantara IKN Jadi Tuan Rumah Sidang Tahunan KWI Mei 2026

"Pemasangannya ditargetkan rampung bulan depan, Maret 2026, sehingga persiapan peribadatan dan pertemuan para uskup yang digelar Mei 2026 dapat berjalan sesuai rencana," tegas Syafi’i, dikutip Kompas.com, Kamis (19/2/2026).

Adapun pembangunan keseluruhan kompleks gereja Katolik besegrat fasilitas lainnya yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, menelan APBN sebesar Rp 704,9 miliar.

Salib di atap Basilika Santo Fransiscus Xaverius Ibu Kota Nusantara (IKN)Sandi Raiwan Salib di atap Basilika Santo Fransiscus Xaverius Ibu Kota Nusantara (IKN)
Berdiri di atas lahan persil seluas 2.023 hektar di Kawasan Peribadatan IKN, kompleks ini mencakup fasilitas komprehensif, yakni:

  • Gedung Gereja Katolik: Struktur empat lantai seluas 8.586 meter persegi dengan kapasitas sekitar 1.300 hingga 1.600 jemaat.
  • Wisma Uskup: Bangunan tiga lantai seluas 1.770 meter persegi yang menyediakan 43 kamar untuk akomodasi pimpinan gereja.
  • Fasilitas Kawasan: Plaza Jalan Salib, Taman Doa, Goa Maria, dan Pelataran Utama yang dirancang seminimal mungkin melakukan cut and fill guna menjaga kontur tanah berbukit yang eksis.

Baca juga: Shared Office System di IKN Bakal Runtuhkan Sekat Ego Sektoral K/L

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau