Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Efek Domino IKN, 10.000 Pekerja Serbu Bandara SAMS Sepinggan

Kompas.com, 17 Maret 2026, 09:25 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com - Seiring masifnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kota Balikpapan bertransformasi menjadi poros mobilitas yang kian padat.

Efek ini terasa nyata pada periode angkutan Lebaran 2026, di mana kehadiran lebih dari 10.000 pekerja di kawasan IKN menjadi variabel utama yang memicu lonjakan trafik di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan.

Baca juga: Tol IKN Dibuka Gratis, Jalur Pintas Mudik dan Konektivitas Kalimantan

Berdasarkan proyeksi otoritas bandara, total pergerakan penumpang pada musim mudik tahun ini diperkirakan menembus angka 313.170 orang.

Jumlah ini mencatatkan kenaikan moderat sebesar 2 persen dibandingkan periode Lebaran 2025, di mana terdapat pergeseran profil penumpang yang cukup signifikan.

Migrasi Pekerja IKN

Data menunjukkan bahwa populasi di kawasan IKN saat ini terdiri dari sekitar 7.800 pekerja konstruksi dan 1.170 ASN Otorita IKN, ditambah ribuan pekerja pendukung lainnya.

Menjelang Idulfitri, kelompok ini menjadi segmen pasar yang dominan dalam pergerakan arus keluar (outbound) dari Balikpapan menuju berbagai daerah asal di seluruh Indonesia.

Baca juga: Debut Perdana Tol IKN Dibuka Gratis Saat Mudik 2026, Panjang 52,37 Km

General Manager Angkasa Pura Bandara SAMS Sepinggan, R Iwan Winaya Mahdar, menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas ini sudah terlihat dari tren pemesanan tiket jauh hari sebelum puncak mudik.

"Total akan ada 313.170 pemudik yang melewati Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan di musim Lebaran tahun ini. Kenaikan ini sejalan dengan adanya peningkatan mobilitas masyarakat dan pekerja di kawasan inti IKN serta daerah sekitarnya," ungkap Iwan Winaya di Balikpapan, Senin (16/3/2026).

Manajemen Kapasitas 

Berdasarkan tren historis dua tahun terakhir, pergerakan penumpang harian di Sepinggan selama masa angkutan Lebaran diperkirakan stabil di angka 20.000 hingga 22.000 orang per hari.

Kapasitas terminal dan apron kini menjadi fokus utama untuk memastikan tidak terjadi sumbatan pada proses layanan.

Otoritas bandara telah menyiapkan strategi penguatan yang mencakup optimalisasi slot time pergerakan pesawat dan pengendalian antrean di area check-in.

Baca juga: Tak Seperti Jakarta, IKN Bebas Kabel Bergelantungan dan Galian Lubang

Mengingat Balikpapan sering kali dihadapkan pada fluktuasi cuaca yang tidak menentu, koordinasi dengan BMKG ditingkatkan untuk memitigasi potensi gangguan operasional akibat cuaca ekstrem.

"Kami mengantisipasi lonjakan ini dengan penguatan keamanan dan layanan. Koordinasi lintas sektor adalah kunci untuk memastikan volume penerbangan yang tinggi dan kepadatan terminal tetap terukur, aman, serta nyaman bagi pengguna jasa," tambah Iwan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau