Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Kamis, 9 Juli 2026, jadi hari yang bakal dikenang oleh 191 remaja asal berbagai daerah di Indonesia.
Mereka baru saja tiba di kampus baru SMA Taruna Nusantara di Ibu Kota Nusantara (IKN), membawa status yang tidak bisa diulang dua kali, yakni siswa angkatan pertama.
Kepala Sekolah SMA Taruna Nusantara Kampus IKN, Brigadir Jenderal TNI Rudi Setiawan, menjelaskan, jumlah siswa yang datang hari itu sebenarnya kurang dari target.
Baca juga: Cek Kesehatan di IKN, 46,4 Persen Pegawai Alami Kolesterol Tinggi
"Hari ini harusnya 237 yang datang tapi ada 46 siswa yang masih ikut lomba, jadi mereka terpaksa masih di Magelang nanti akan menyusul. Jadi yang hari ini datang jumlahnya 191 siswa," ujar Rudi, dikutip Kompas.com, Jumat (10/7/2026).
Sisa 46 siswa yang tertahan di Magelang bukan karena masalah administrasi, melainkan sedang mewakili sekolah dalam berbagai lomba.
Mereka dijadwalkan menyusul setelah tugas kompetisi selesai. Gelombang kedua siswa, yakni kelas 10, baru akan tiba Oktober mendatang.
Rudi tidak menyembunyikan harapannya bahwa siswa-siswa ini kelak jadi motor perubahan bangsa.
Menurutnya, para siswa harus bisa mengemban amanah, dan menjadi pintar, agar ke depan bisa membawa bangsa ini semakin maju.
"Apalagi ketika mereka lulus 20 atau 30 tahun ke depan memasuki 2045, memasuki masa-masa Indonesia Emas. Ketika mereka memimpin, bisa mengemban amanah itu dan membawa negara ini lebih maju lagi," tuturnya.
Baca juga: Ketimbang IKN, Bali Lebih Realistis Jadi Pusat Finansial Internasional
Kalkulasinya, siswa yang masuk sekarang akan lulus kuliah dan mulai berkarier sekitar 2035-2040, tepat saat Indonesia digadang-gadang mencapai puncak bonus demografi menjelang 2045.
Hal ini karena SMA Taruna Nusantara didesain bukan sekadar tempat belajar, tapi laboratorium pembentukan calon pemimpin.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, memberi sambutan hangat.
"Selamat datang kepada seluruh siswa angkatan pertama SMA Taruna Nusantara Kampus IKN. Semoga para siswa dapat belajar dengan baik dan mengembangkan potensi terbaiknya," ucapnya.
Baca juga: Pusat Finansial Internasional IKN Ditolak Purbaya, Otorita Ogah Komentar
Troy menyoroti keunikan posisi sekolah ini dalam konsep besar IKN. "Bersekolah di Ibu Kota Nusantara berarti sekaligus dapat mengeksplore dan mengalami langsung alam sesuai dengan visi IKN sebagai Forest City. Sekaligus belajar mengenai Smart dan Sponge City," jelasnya.
Ia menutup dengan pernyataan yang menegaskan posisi historis para siswa ini. "Siswa angkatan pertama SMA Taruna Nusantara adalah pencetak sejarah di Ibu Kota Nusantara," tegas Troy.