Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mantapkan Posisi Forest City IKN, Otorita Gelar Konferensi Internasional

Kompas.com, 29 Mei 2024, 08:00 WIB
Add on Google
Masya Famely Ruhulessin,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rangka memantapkan konsep forest city yang akan diterapkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita IKN menggelar International Conference on Forest City.

Konferensi internasional ini akan berlangsung mulai Rabu (29/5/2024) sampai dengan Kamis (30/5/2024) di Kampus Universitas Mulawarman, Samarinda.

Acara yang juga diikuti secara daring ini mengangkat tema “Restoring Tropical Forest and Bicultural Diversity in Urban and Peri-Urban Areas".

Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Asnawati Safitri mengatakan alasan utama diadakannya konferensi ini adalah konsep forest city yang hendak diterapkan di IKN menarik minat banyak peneliti.

Baca juga: Pemerintah Raih Kesepakatan Pendanaan Proyek Air Bersih di IKN dan Banten

“Konsep forest city ini unik dan menarik minat banyak peneliti. Terutama kota-kota besar di dunia juga ingin menjadikan kota mereka sebagai kota hijau. Tren seperti ini penting untuk dipelajari dan didiskusikan dalam forum akademik seperti ini,” ungkap Myrna dalam Media Briefing 1st International Conference on Forest City, Rabu (28/5/2024).

Menurut Myrna, pemerintah ingin membangun IKN menjadi forest city yang bersifat eksklusif dan terbuka.


Karena itu, dalam konferensi ini berbagai pihak bisa menyampaikan pandangan dan menjadi ruang untuk berdebat.

Dalam konferensi ini, OIKN menggandeng Universitas Mulawarman sebagai partner kerjasama karena merupakan universitas yang paling dekat dengan IKN.

“Universitas Mulawarman punya visi tentang kehutanan yang sudah cukup kuat sehingga sudah ada kajian kehutanan secara interdisiplin,” tambah Myrna.

Baca juga: Jelang 17 Agustus, Kendaraan Listrik Akan Beroperasi di IKN

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia seperti Universitas Indonesia, ITB, UGM, dan Universitas Brawijaya. 

Kerjasama juga dilakukan dengan tiga universitas di Belanda yang sebelumnya melakukan MoU dengan OIKN yakni Universitas Leiden, Universitas Delft dan Universitas Erasmus

Kegiatan konferensi ini akan dihadiri oleh pembicara dari 12 negara, mulai dari benua Amerika hingga Asia. 

Akan ada 2 sesi seminar serta 8 paralel panel yang menghadirkan banyak pemateri termasuk dosen, mahasiswa, LSM bahkan perusahaan swasta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau