Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Gubernur Kaltim Sulap Festival Budaya Jadi Ajang Promosi IKN

Kompas.com, 27 Juli 2025, 12:58 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

Sumber Antara

NUSANTARA, KOMPAS.com – Kalimantan Timur (Kaltim) kini tak hanya bersolek menyambut Ibu Kota Nusantara (IKN), tetapi juga mulai "jemput bola" di kancah internasional.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, memanfaatkan ajang East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 bukan sekadar panggung promosi budaya, melainkan juga kesempatan emas untuk menyisipkan pesan peluang investasi pembangunan IKN kepada para delegasi mancanegara.

Berbicara di Samarinda, Sabtu (26/7/2025), Rudy menegaskan bahwa EBIFF adalah momentum yang sangat tepat untuk mempersiapkan Kaltim sebagai pintu gerbang utama menuju IKN.

Baca juga: Komisi XIII Sebut IKN Siap Beroperasi, Desak Percepatan Perpindahan

Posisi strategis ini, menurutnya, diperkuat dengan pertumbuhan positif di sektor pariwisata dan kebudayaan daerah.

"Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian budaya dan ekowisata," kata Rudy di hadapan para delegasi mancanegara.

Ia menekankan, Kaltim semakin siap menjadi etalase Indonesia yang modern sekaligus kaya akan identitas budaya.

Festival Budaya: Gerbang Investasi 

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, menambahkan bahwa festival budaya internasional ini berfungsi sebagai pintu masuk untuk kerja sama yang lebih luas, terutama di bidang ekonomi dan investasi.

EBIFF tahun ini dihadiri oleh delegasi dari enam negara, yaitu India, Korea Selatan, Rumania, Rusia, Polandia, dan tentu saja, tuan rumah Indonesia.

Baca juga: IKN Telan APBN Ratusan Triliun, PKB: Jangan Sampai Proyek Mercusuar Gagal

Sri Wahyuni juga mengungkap fakta menarik bahwa seringkali para delegasi melanjutkan kunjungan mereka untuk berwisata setelah acara selesai, yang secara langsung memberikan dampak ekonomi signifikan bagi daerah.

"Sebagai tuan rumah, kami mengajak mereka melihat perkembangan Ibu Kota Nusantara. Biasanya mereka membawa pesan-pesan positif ini ke negaranya masing-masing," katanya.

Ini adalah strategi cerdas untuk menyebarkan informasi dan potensi IKN melalui "duta-duta" tak resmi dari berbagai negara.

Kaltim Host Kongres CIOFF Dunia 2026

Kabar baik tak berhenti sampai di situ! Presiden International Council of Organizations of Folklore Festivals and Folk Arts (CIOFF) Indonesia, Said Rachmat, mengungkapkan bahwa Kaltim akan menjadi tuan rumah Kongres CIOFF Dunia pada Oktober 2026.

Said Rachmat menjelaskan bahwa pada pertemuan tersebut, sekitar 50 perwakilan negara, yaitu para presiden CIOFF dari seluruh dunia, akan hadir di Kaltim.

Baca juga: Istana Angkat Bicara: Pembangunan Inti IKN Rampung dalam 3 Tahun

"Bukan partisipan festival, melainkan para presiden CIOFF dari seluruh dunia," tegas Said Rachmat.

"Kehadiran mereka diharapkan bisa lebih menduniakan kearifan Kaltim. Ini adalah bagian dari target kami agar dalam waktu kurang dari lima tahun, festival di Kaltim dikenal di seluruh dunia dan mampu mendatangkan lebih banyak turis," pungkasnya.

Dengan strategi ganda yang menggabungkan promosi budaya dan peluang investasi IKN, serta kepercayaan untuk menjadi tuan rumah ajang internasional prestisius, Kaltim benar-benar menunjukkan kesiapannya untuk melangkah ke panggung dunia, bukan hanya sebagai gerbang IKN, tetapi juga sebagai destinasi pariwisata dan investasi yang mendunia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau