Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lelang IKN Tahap II Dimulai Agustus 2025, Ada Gedung DPR dan MA

Kompas.com, 30 Juli 2025, 21:48 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Teka-teki mengenai kelanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terjawab sudah.

Setelah pernyataan dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, kini Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memastikan bahwa seluruh persiapan untuk pembangunan tahap kedua telah rampung, termasuk aspek penganggaran.

Ini bukan sekadar janji, melainkan sinyal dimulainya era baru di IKN dengan fokus pada pembangunan kawasan Legislatif dan Yudikatif.

Baca juga: Ada Tawaran Rumah Murah Dekat IKN, Mulai Rp 90 Juta

"Semua tahapan persiapan pembangunan tahap kedua telah selesai termasuk penganggaran, yang merupakan rangkaian kelanjutan dari pembangunan tahap kesatu. Pembangunan tahap kedua akan dimulai dengan proses lelang yang akan dilakukan pada awal Agustus 2025," ujar Basuki, Rabu (30/07/2025).

Ribuan ASN Ngantor di IKN

Kawasan IKN bukan lagi sekadar maket atau rencana, tetapi sudah mulai dihuni dan berfungsi.

Per Juli 2025, sebanyak 1.170 karyawan Otorita IKN telah resmi berpindah dan menempati hunian ASN di beberapa toweryang tersedia.

Tak hanya itu, tercatat 109 karyawan dari Rumah Sakit Kementerian Kesehatan juga sudah bekerja dan tinggal di sana, menunjukkan fasilitas esensial sudah mulai beroperasi.

Kehadiran Aparatur Sipil Negara (ASN) di IKN juga semakin diperkuat dengan perpindahan karyawan dari berbagai lembaga negara dan kementerian strategis.

Baca juga: Diaspora Indonesia Gelar Kongres Akbar di IKN, Diwarnai Lomba Sumpit

Seperti Bank Indonesia, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PU), termasuk balai-balai teknis di bawah Kementerian PU.

Basuki menegaskan bahwa proses pemindahan ASN ini akan terus berlanjut sesuai rencana strategis pemerintah.

"Kementerian PAN-RB telah merancang pemindahan aparatur sipil negara dari 15 kementerian ke IKN dalam waktu dekat, sebagai bagian dari strategi pemindahan bertahap instansi pusat ke Nusantara," ungkap Basuki.

Ini menandakan IKN akan semakin ramai dan menjadi pusat pemerintahan yang sesungguhnya.

Bandara VVIP Naik Pangkat Jadi Bandara Umum

Dalam kesempatan yang sama, Basuki Hadimuljono juga menyampaikan perkembangan penting terkait infrastruktur transportasi udara yang akan menunjang mobilitas di IKN.

DPR RI telah menyetujui perubahan status Bandara VVIP Nusantara menjadi Bandara Umum.

Perubahan ini adalah langkah strategis untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang dari wilayah Kalimantan bagian barat, seperti Kutai Kartanegara, Kutai Barat, dan sekitarnya.

Baca juga: Sempat Anjlok, Kebutuhan Beton Siap Pakai IKN Kembali Meroket

Dengan status bandara umum, aksesibilitas menuju IKN akan semakin terbuka lebar bagi masyarakat luas, bukan hanya kalangan VVIP.

Ini tentu akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di sekitar IKN, menjadikannya lebih inklusif dan terhubung.

Dengan segala persiapan yang matang dan kemajuan yang signifikan, IKN benar-benar siap melangkah ke tahap pembangunan kedua.

Proses lelang yang akan dimulai awal Agustus 2025 menjadi penanda dimulainya babak baru dalam sejarah pembangunan Ibu Kota Negara yang berkelanjutan dan modern ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau