Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Delegasi Hainan dan Shenzhen Merapat ke IKN, Bidik Peluang Investasi

Kompas.com, 7 Desember 2025, 19:57 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menjadi magnet bagi investor internasional, kali ini komunitas bisnis dari China.

Pada Minggu (07/12/2025), Otorita IKN menerima kunjungan langsung dari delegasi Kamar Dagang Hainan, yang didampingi oleh pengusaha lintas wilayah dari Shenzhen, Guangzhou, dan Hong Kong.

Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan di lapangan dan mendapatkan pemahaman mendalam mengenai peluang investasi yang ditawarkan IKN sebagai pusat pemerintahan masa depan Indonesia.

Baca juga: Ini Rincian 8 Kontrak Mega Project Baru di IKN

Pertemuan ini membuka dialog langsung antara calon investor dengan jajaran Otorita IKN, menegaskan keseriusan investor China dalam menjajaki kolaborasi strategis di Nusantara.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, menjelaskan, seluruh pembangunan IKN diarahkan untuk mewujudkan target krusial peresmian sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada tahun 2028.

Untuk mencapai target tersebut, fokus pembangunan saat ini sangat intensif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Selain itu, kegiatan konstruksi juga mulai bergerak ke KIPP 1B dan 1C.

Danis menegaskan, mulai Desember ini hingga akhir tahun 2027, sedang dibangun kawasan Legislatif dan Yudikatif agar siap menjadi ibu kota politik pada tahun 2028.

Baca juga: Dominasi BUMN di IKN: WIKA Bangun Kompleks MPR dan DPR Rp 3,6 Triliun

"Pembangunan IKN sendiri direncanakan berlangsung dalam lima tahapan hingga tahun 2045," ujar Danis.

Namun, fokus pada penyiapan fondasi politik dalam empat tahun ke depan menjadi sinyal penting bagi investor mengenai prioritas utama negara.

Respon Positif Investor Lintas Sektor

Wakil Ketua Kamar Dagang Hainan Indonesia, Karmin, menyampaikan apresiasi tinggi atas perkembangan pembangunan IKN yang disaksikan langsung oleh delegasi.

Ia mencatat bahwa ketertarikan ini datang dari komunitas pengusaha lintas wilayah, tidak hanya dari Hainan, tetapi juga dari Shenzen dan beberapa daerah lain di China.

Baca juga: Kembang Kertas Bermekaran di Ibu Kota Nusantara

"Investor investor China yang akan datang nantinya melihat baik sekali perkembangan IKN ini, mereka sangat tertarik," ungkap Karmin.

Delegasi yang hadir berasal dari beragam perusahaan yang mencerminkan kebutuhan komprehensif IKN sebagai kota baru.

Termasuk dari sektor teknologi, manufaktur, teknologi pencahayaan, alumunium, furnitur, pengembangan desain, produk olahraga, sanitasi, bahan bangunan, industri makanan dan pariwisata.

Baca juga: Membedah Desain Green Building DPR RI di IKN Senilai Rp 1,84 Triliun

Rombongan juga mencakup tokoh lembaga riset dan pemikir desain China.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau