Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) selama ini identik dengan gambar-gambar konstruksi baja, beton modern, dan ambisi teknologi yang menjulang tinggi.
Namun, kini, sebuah pemandangan yang lebih lembut dan organik mulai mendominasi lanskap: bermekarannya bunga bougainvillea atau kembang kortas.
Baca juga: Akselerasi Jantung Kekuasaan IKN: 8 Kontrak Mega Project Diteken
Di kawasan strategis dan bersejarah, tepat di seberang Istana Garuda dan Istana Negara, hamparan bunga bougainvillea berwarna lilac kini berkembang, menghiasi area yang dikenal sebagai Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Kehadiran bunga-bunga ini bukan sekadar pemanis, melainkan sebuah pernyataan visual yang kuat, bahwa IKN bukan hanya tentang hutan beton dan pemerintahan, tetapi juga tentang kehidupan yang berakar pada keindahan alam.
Grande di Ibu Kota Nusantara (IKN)Bougenvillea yang diabadikan Kompas.com, Kamis (4/12/2025), menampakkan keindahan kelopak lilac setipis kertas yang kontras dengan latar belakang arsitektur modern dan megah.
Di satu sisi, tegak berdiri siluet Istana Garuda yang futuristik, melambangkan kedaulatan dan kemajuan teknologi.
Di sisi lain, bougainvillea lilac menawarkan kontras yang lembut dan organik, mengingatkan pada visi IKN sebagai sustainable forest city.
Perpaduan ini menciptakan sebuah narasi baru: kekuasaan politik dan administrasi akan berdenyut di tengah kota yang ramah pejalan kaki, asri, dan lestari.
Baca juga: Membedah Desain Green Building DPR RI di IKN Senilai Rp 1,84 Triliun
Kembang-kembang setaman yang kini tumbuh subur, menjadi simbol bahwa desain IKN tidak mengorbankan elemen natural, melainkan mengintegrasikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari infrastruktur kota.
"Kontras tapi indah, panorama yang jarang ditemukan di kota-kota lain. Saya berkunjung ke sini, karena pengen lihat bunga-bunga ini bermekaran," ujar Sri Astrutik, warga Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Penataan lanskap Grande di Ibu Kota Nusantara (IKN)Pemilihan bougainvillea sebagai tanaman penghias jalan dan taman utama di KIPP adalah keputusan yang cerdas dan strategis.
Bunga ini, selain indah, dikenal karena sifatnya yang tahan banting dan mudah beradaptasi dengan iklim tropis yang ekstrem.
Tanaman ini mampu tumbuh subur dengan paparan sinar matahari penuh dan tidak memerlukan perawatan yang rumit, sebuah analogi sempurna untuk ketahanan kota baru Indonesia.
Baca juga: Narasi Senyap Keadilan Tanah di IKN, dan Jaminan Negara 10 Tahun
Kehadiran bougainvillea lilac secara masif di sepanjang jalan lebar, jalur pejalan kaki, dan jalur sepeda KIPP memberikan beberapa dampak signifikan.
Di antaranya peningkatan visual aesthetics dengan emberikan warna kontras yang dramatis dan menjadikannya latar belakang Instagrammable yang menarik minat publik untuk berkunjung.