Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Waktu Tempuh dari Bandara VVIP ke IKN Hanya 15 Menit

"Kalau bandara (VVIP) rampung, mau ke IKN hanya 15 menit," ujar Jokowi saat meresmikan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek-proyek sektor keuangan dan perbankan dalam dua hari Kamis (29/2/2024) dan Jumat (1/3/2024).

Jokowi menyampaikan, saat ini IKN memang terkesan jauh dari Jakarta. Dari Kota Balikpapan juga memakan waktu hampir dua jam.

"Kalau turun (pesawat) di Balikpapan atau dari Balikpapan bila ada tol sekitar 45 menit. Sebelumnya saya minta (Kementerian PUPR) 30 menit. Tapi ada belokan (lahan topografis), jadi sekitar 45 menit," imbuh Jokowi.

Namun, kata Presiden, lamanya waktu tempuh karena pembangunan Bandara VVIP dan Jalan Tol IKN belum rampung.

Oleh karena itu, Kepala Negara mengharapkan, dengan adanya infrastruktur jalan tol dan Bandara VVIP, volume lalu lintas ke IKN makin ramai.

"Kita harapkan Kota Nusantara ini akan menjadi sebuah kota yang hidup. Tidak hanya urusan pemerintahan, tapi di bayangan saya kalau fasilitas-fasilitas nanti sudah komplet, konser-konser besar nanti akan bisa diadakan di IKN,” tutur Presiden.

Presiden yakin, pembangunan infrastruktur merupakan langkah strategis untuk meningkatkan aktivitas ekonomi.

Lebih lanjut, ia menuturkan, Pemerintah juga tengah berupaya menjadikan IKN sebagai pusat ekoturisme.

IKN diharapkan mewujud sebagai kota yang hijau, sesuai dengan konsep kota pintar atau smart city dengan rencana untuk mengembalikan hutan monokultur menjadi hutan hujan tropis.

“Ini akan menjadi sebuah kota yang hijau, forest city karena akan banyak nanti bank-bank yang ada di sini dengan digital banking-nya. Ini akan betul-betul sesuai dengan konsep smart city yang akan kita bangun betul-betul kejadian,” ujar dia.

Jadi 10 tahun

Menurut Presiden, IKN akan menjadi kota yang hidup dalam 10 tahun mendatang, dan dihuni masyarakat Indonesia.

"Kita perkirakan dalam 10 tahun kota ini (IKN) akan sudah menjadi kota yang hidup, yang dihuni oleh banyak masyarakat kita," ujar Jokowi.

Sejalan dengan hal tersebut, Jokowi mengatakan, pemerintah juga akan memindahkan aparatur sipil negara (ASN) secara bertahap ke IKN.

Jokowi mengungkapkan, fasilitas pendukung kehidupan ASN seperti rumah sakit, sekolah anak, dan perumahan perlu dipersiapkan terlebih dulu.

ASN akan dipindah secara bertahap dan Pemerintah menyiapkan fasilitas fasilitas pendukungnya. Misalnya perumahan, sekolah untuk anak-anak ASN, dan rumah sakit.

"Sehingga semuanya ini harus, mengelola manajemen seperti ini tidak gampang. Ini yang sedang kita siapkan. Tapi sesuai dengan tadi saya sampaikan," ujarnya lagi.

Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan para investor tidak lagi menunggu-nunggu untuk menanamkan modal di IKN setelah pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) 2024.

Menurut dia, hal itu menunjukkan optimisme investor terhadap IKN.

"Saya melihat optimisme setelah pemilu kemarin, (investor) menjadi tidak nunggu-nunggu (berinvestasi di IKN) dan kini langsung semuanya akan kita atur groundbreaking-nya tetap sesuai dengan ekosistem yang ingin kita bangun," tuntas Jokowi. 

https://ikn.kompas.com/read/2024/03/04/060000387/waktu-tempuh-dari-bandara-vvip-ke-ikn-hanya-15-menit

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com