Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Menengok Apartemen Khusus Paspampres di IKN, Serba Canggih dan Modern

Pasukan yang bertugas melaksanakan pengamanan setiap saat Presiden dan Wakil Presiden, serta keluarga dan tamu negara yang setara dengan Kepala Negara atau Kepala Pemerintahan serta tugas protokoler kenegaraan, ini ditempatkan di Persil 1.HK.201.01, Hankam Precinct.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menuturkan, seperti apartemen lainnya untuk ASN, apartemen Paspampres ini dirancang mengikuti acuan konsep smart city, yakni smart building.

"Konsep bangunan cerdas ini juga diadopsi bangunan lainnya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) seperti Kantor Presiden, Istana Negara, dan hunian ASN. Saya minta Dirjektur Jenderal (Dirjen) Perumahan harus ada unsur smart-nya," tutur Basuki kepada Kompas.com.

Dirjen Perumahan Iwan Suprijanto menambahkan, komponen smart building yang dikemas dalam panel smart home system yang bisa diakses melalui gawai pintar, dimulai dari smart door lock (pintu utama) yang memerlukan personal identification number (PIN).

Selain PIN, juga penghuni bisa membuka pintu ini dengan tapping kartu secara on/off yang memudahkan akses masuk-keluar unit apartemen.

Teknologi bangunan pintar berbasis aplikasi ini juga bisa menggerakkan kipas angin, menyalakan dan mematikan lampu, CCTV, televisi, dan pengatur udara (AC), secara otomatis.

Menurut Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga, kecanggihan bangunan hunian ini tak sebatas pada hardware, melainkan juga ada smart management system.

Mereka yang mengelola dan mengatur siapa saja yang tinggal di sini, kewajiban membayar air, listrik, gas, sampah, dan lain-lain.

"Penggunaannya bisa diketahui secara digital dari pembacaan meteran. Demikian halnya dengan pengelolaan fasilitas fasiltas lingkungan, semua diintegrasikan dalam satu superapps," tutur danis.

Apartemen Paspampres ini dirancang sebanyak 9 tower dengan ketinggian bangunan 12 lantai di atas persil seluas 15,1 hektar.

Masing-masing tower berisi 60 unit. Dengan demikian total terdapat 540 unit dengan kapasitas sebanyak 2.160 jiwa dengan asumsi per unit diisi 4 orang (Kamar Utama 2 orang, 2 Kamar Anak 2 orang).

Luas bangunan masing-masing unit 98 meter persegi yang terdiri dari tiga kamar tidur, ruang makan, ruang keluarga, dua kamar mandi, dapur, dan ruang cuci.

"Semua fully furnished, anggota Paspampres tinggal bawa barang pribadi saja," imbuh Iwan.

Khusus untuk persiapan menyambut upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI, dua tower dituntaskan pada Juli 2024.

"Dua tower ini menampung 480 jiwa," tuntas Iwan.

https://ikn.kompas.com/read/2024/05/13/135046087/menengok-apartemen-khusus-paspampres-di-ikn-serba-canggih-dan-modern

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com