Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bisa Dilintasi 2 Arah Desember 2024, Ini Perkembangan Tol IKN Segmen 3B

Kompas.com, 8 Februari 2024, 06:37 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pemerintah terus meningkatkan pembangunan infrastruktur konektivitas menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). 

Salah satunya dengan mengakselerasi pembangunan tiga ruas utama Tol IKN yang masuk dalam pembangunan tahap satu.

Ketiga ruas itu adalah Segmen 3A Karangjoang-Kaltim Kariangau Terminal (KKT) Kariangau sepanjang 13,4 kilometer, Segmen 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung sepanjang 7,32 kilometer, dan Segmen 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang sepanjang 6,67 kilometer.

Baca juga: Kondisi Terkini Jalan Bypass Pasar Sepaku, Pengurai Macet Menuju IKN

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis H Sumadilaga menuturkan tiga ruas Tol IKN tersebut ditargetkan bisa tersambung penuh dan dilintasi dua arah pada Desember 2024.

Sementara pada Juli 2024 ini, ketiga ruas tol tersebut diharapkan sudah bisa dilintasi satu arah.

"Kan kita ada dua target prinsipnya, untuk Agustus dan akhir Desember. Semua kontrak-kontrak kita yang utama itu yang fungsional sebagian itu pada Agustus, sisanya pada Desember 2024," ujar Danis kepada Kompas.com, Rabu (7/2/2024).

Khusus untuk Tol IKN Segmen 3B KKT Kariangau-Sp Tempadung yang dikerjakan oleh KSO PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP, dan PT Jaya Konstruksi Tbk (Jakon), telah menunjukkan progres 69,2 persen.

Tol IKN Segmen 3B KKT Kariangau-Sp Tempadung diharapkan bisa dilintasi dua arah pada Desember 2024.KOMPAS.com/Aditya Mahendra Tol IKN Segmen 3B KKT Kariangau-Sp Tempadung diharapkan bisa dilintasi dua arah pada Desember 2024.
Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Schedule Project Control WIKA untuk Proyek Jalan Tol IKN Segmen 3b KKT Kariangau-Sp Tempadung Hermawan Syahirul Alim.

Menurutnya, WIKA terus berupaya menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang ditetapkan dalam kontrak.

Baca juga: 3 Lapangan Usaha Ini Kontributor Terbesar Pertumbuhan Ekonomi Kaltim

"Target penyelesaian sesuai kontrak Juni 2024, dan fungsional Juli 2024. Saat itu, insya Allah, siap ditinjau oleh Presiden Joko Widodo," kata Hermawan. 

Untuk mempercepat pembangunan, WIKA memperkuat suply chain material seraya memastikan kualitas material yang digunakan, dan pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Agar hasil pekerjaan berkualitas dan lebih baik, WIKA berupaya untuk meminimalisasi dampak lingkungan yang berpotensi muncul dari adanya pembangunan proyek dan siap untuk mendukung Kementerian PUPR dalam program penghijauan di sepanjang lokasi proyek.

Salah satu upaya WIKA terhadap pelestarian lingkungan, diwujudkan dengan melaksanakan reboisasi serta penyediaan area persemaian di proyek Jalan Tol KKT Kariangau-Sp Tempadung.

Jembatan satwa

Sejatinya, Jalan Tol IKN 3B terdiri dua proyek. Pertama Jalan Tol IKN Segmen 3B-1 Kaltim KKT Kariangau-Simpang (Sp) Tempadung dengan nilai kontrak Rp 2 triliun. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau