Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Sejarah Baru Tercipta, Pemilu Perdana di Ibu Kota Nusantara

Kompas.com, 15 Februari 2024, 15:16 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - "Ini sejarah baru. Pemilu perdana digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN). Jadi saya sangat antusias".

Demikian Intan Ayudya, pegawai Kementerian Sekretariat Negara yang bertugas di IKN sejak 2023 lalu. 

Intan datang bersama ketiga temannya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) Khusus di Rest Area IKN, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

Sejam sebelum pemungutan suara, perempuan berkacamata dengan hijab krem tersebut datang tepat pukul 08.00 WITA.

Baca juga: IKN Berlanjut Perekat Warga Kaltim Kompak Sambut Hasil Quick Count

Dia dan temannya rela menunggu para Petugas Pemungutan Suara (PPS) Desa Bumi Harapan menyiapkan segala sesuatunya, termasuk surat suara, sound system, penataan kursi plastik, dan juga kota suara.

"Saya excited. Ini kesempatan langka. Makanya ketika saya terdapat dalam DPT sesuai KTP, saya segera mengajukan pindah alamat karena ditugaskan di IKN," urai Intan kepada Kompas.com, Rabu (14/2/2024).

Proses perubahan alamat dilakukan sejak akhir tahun lalu, sehingga untuk sampai kepada DPT Pindahan, dia tak menemui kendala berarti.

"Kantor dan juga pihak-pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ini sangat membantu," cetus Intan yang mencoblos di TPS 901.

Antusiasme serupa dilontarkan Multimedia Designer PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau PP Galang Sinu Susilo.

Baca juga: Puluhan Pekerja IKN Kecewa, Tak Bisa Nyoblos di TPS Khusus 901 dan 902

Pria tinggi berambut gondrong ini mendatangi TPS 902 sekitar pukul 10.15 WITA. Karena suasan TPS masih sepi, Galang mendapat giliran ketiga.

Tak sampai lima menit, Galang menuntaskan hak politiknya memberikan suara kepada calon presiden dan wakil presiden pilihannya.

"Alhamdulillah, lancar. The history has just made. Saya mendapat sosialisasi Pemilu ini sejak tahun lalu. Kemudian kami mengurus segala persyaratan. Dan jadilah nyoblos di sini," kisah Galang.

Di TPS yang sama Sekretaris Otorita IKN (OIKN) Achmad Jaka Santos Adiwijaya juga menyalurkan hak suaranya hanya dalam hitungan 3 menit.

Jaka mengapresiasi petugas PPS, KPU Kabupaten PPU, Bawaslu PPU dan seluruh stakeholder.

Baca juga: Pemilu Tak Menghalangi Seleksi dan Evaluasi Investasi Asing di IKN

Dia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) cukup puas atas penyelenggaraan Pemilu yang lancar ini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau