Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) siap menerima arahan untuk menindaklanjuti hasil pertemuan Presiden Joko Widodo dan komitmen Microsoft untuk dapat melakukan investasi teknologi di Indonesia.
Sebelumnya pada tahun 2023 lalu, OIKN melalui Kedeputian Transformasi Hijau dan Digital dan Microsoft telah menandatangani MoU dengan ruang lingkup kerjasama pengembangan dan implementasi solusi layanan kota cerdas IKN.
Termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, pengembangan infrastruktur digital dan keamanan siber, serta pengembangan pendidikan dan keterampilan, pendidikan, riset dan pelatihan teknologi digital online.
Baca juga: Karena IKN, Seat Penerbangan ke Balikpapan Susah Didapat
Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi mengatakan, kerjasama pengembangan teknologi digital ini diharapkan dapat inklusif dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam pengembangan pengetahuan dan teknologi.
"Kemampuan penguasaan teknologi ini menjadi salah satu kunci penting untuk mewujudkan Indonesia maju pada 2045," ujar Ali kepada Kompas.com, Rabu (1/5/2024).
Untuk diketahui, kerja sama antara OIKN dan Microsoft dikukuhkan pada Selasa (14/11/2023) di San Francisco, California, Amerika Serikat, jelang konferensi tingkat tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooporation (APEC).
Kepala OIKN Bambang Susantono mengatakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi digital, patut diapresiasi.
Baca juga: Bocoran Interior Istana Negara IKN, Ada 11 Ruang dengan Artwork Nusantara
“Kami sangat berterima kasih dengan kolaborasi yang terjadi untuk membangun IKN Nusantara,” kata Bambang.
Hal ini selaras dengan keinginan menjadikan IKN jadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Transformasi ini adalah salah satu tujuan kami,” kata Bambang.
Dengan konsep ini, akan menjadikan kehidupan di ibu kota baru jadi lebih efektif dan tentu berkelanjutan.
Bukan hanya dengan Microsoft, sejumlah perusahaan penyedia teknologi lain juga sudah meneken kerja sama dengan IKN.
Sebelumnya MoU juga ditandatangani dengan Cisco, ESRI, dan Autodesk. Penjajakan juga dilakukan dengan raksasa industri digital dunia yaitu Meta yang berlangsung di kantor Meta di Amerika Serikat.
Baca juga: 50 Calon Investor Malaysia Boyongan ke IKN, 4 Berminat
Mike Yeh dari Microsoft menegaskan kesiapannya mendukung digitalisasi di IKN. Terlebih selama ini Microsoft menerapkan nilai tanggung jawab, keterlibatan semua pihak, dan keberlanjutan dalam pengembangan teknologi digital.
Mike mengatakan dengan penerapan teknologi digital ini, IKN bisa menjadi kawasan terpadu masa depan.
Peran Microsoft di IKN antara lain dukungan teknologi energi baru terbarukan, sistem kendaraan listrik dan kendaraan otonom.
Sementara dari segi inklusivitas, Microsoft tertarik untuk mengembangkan literasi digital berupa pelatihan-pelatihan.
Mike mengatakan hal serupa saat ini sedang dilakukan Microsoft dalam pembangunan kota di India berupa penerapan Azure Open AI dalam pelayanan publik di India.
Baca juga: Sandiaga Pastikan Hotel Nusantara dan Qubika Siap Digunakan Saat HUT ke-79 RI
Ke depan Microsoft akan mempelajari lebih lanjut apa yang akan bisa diterapkan di Nusantara.
“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini, kita punya kerangka kerja yang sama,” kata Mike.
Microsoft adalah perusahaan sistem operasi dan perangkat lunak komputer terbesar. Sistem operasi komputer Windows adalah salah satu produk Microsoft yang paling banyak dikenal publik. Perangkat lunak Microsoft Office juga banyak dipakai.
Microsoft juga membuat sejumlah produk dari mulai tablet Microsoft Surface, konsol game hingga telepon genggam.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang