Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengintip Apartemen ASN di IKN, Modern, Luas, dan "Fully Furnished"

Kompas.com, 4 Mei 2024, 07:33 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sejumlah 12 tower apartemen untuk tempat tinggal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Ibu Kota Nusantara (IKN) ditargetkan tuntas pembangunannya pada bulan Juli 2024.

Ketua Satgas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengungkapkan hal tersebut dalam perbincangan khusus bersama Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Baca juga: IKN, Pemicu Kredit Konstruksi Jadi Tiga Terbesar di Kaltim

Menurut Danis, 12 tower tersebut merupakan bagian dari 47 tower apartemen yang disediakan oleh pemerintah bagi ASN yang pindah ke IKN.

Insyaallah, ada 47 tower apartemen. Nanti kesiapannya secara bertahap. Nanti bulan Juli 12 tower, September 21 tower, November sampai Desember sisanya,” ungkap Danis.

Ruang keluarga apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang keluarga apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Sebelum resmi ditempati oleh ASN, apartemen tersebut akan ditempati oleh petugas upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.

Seperti diketahui, pemerintah berencana menggelar upacara perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI di IKN.

Baca juga: Bocoran Interior Istana Negara IKN, Ada 11 Ruang dengan Artwork Nusantara

Danis menambahkan, apartemen yang akan menjadi tempat tinggal ASN dirancang setinggi 12 lantai dengan masing-masing lantai berisi 5 unit apartemen.

Dengan demikian, dalam satu tower terdapat 60 unit apartemen. Dan masing-masing unit apartemen didesain seluas 98 meter persegi yang terdiri dari 3 kamar tidur, dua kamar mandi, satu ruang makan, dapur, ruang keluarga, dan ruang cuci.

Ruang tamu apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Ruang tamu apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Desain Modern

Kompas.com berkesempatan meninjau langsung pembangunan Apartemen ASN 1 dan Apartemen ASN 4 yang masing-masing dikerjakan oleh pelaksana konstruksi PT PP (Persero) Tbk dan PT Brantas Abipraya.

Baca juga: Karena IKN, Seat Penerbangan ke Balikpapan Susah Didapat

Di Apartemen ASN 1, langgam desain yang diterapkan adalah modern minimalis, dengan dominasi warna pastel krem, putih, dan aksen coklat muda.

Terdapat ruang tamu yang sekaligus berfungsi sebagai ruang keluarga dengan sofa dua dudukan (seater) berwarna abu-abu muda, dan single seater berwarna putih berkelir coklat.

Interior ruang kerja apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Interior ruang kerja apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Televisi layar datar menjadi focal point dari ruang keluarga ini, ditempatkan di atas meja multiguna.

Kamar tidur utama berisi tempat tidur ukuran king size yang dilengkapi dengan nakas kembar di sisi kiri dan kanan, berikut lampu tidur yang bisa diatur posisinya.

Baca juga: 50 Calon Investor Malaysia Boyongan ke IKN, 4 Berminat

Sementara dua kamar tidur lainnya dirancang untuk anak-anak, yang juga bernuansa warna-warna kalem menenangkan.

Sementara apartemen ASN 4 bernuansa earthy tone dengan dominasi warna tanah, dan abu-abu tua yang menjadi atensi perhatian.

Kamar tidur utama apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Kamar tidur utama apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, ruang kerja, dan dapur didesain compact, dengan bentuk furnitur ergonomis.

Kedua kompleks apartemen ini juga dirancang serba canggih dengan penerapan teknologi smart home yang bisa diakses melalui satu panel yang dipasang di dinding.

Baca juga: Bocoran Info dari Bahlil: Djarum dan Wings Masuk IKN Tahun Ini

Penghuni dapat mengatur suhu udara, menyalakan televisi, menghidupkan lampu, menutup atau membuka gorden hanya dengan menekan tombol pada panel tersebut atau one touch button.

"Semua unit fully furnished, ASN tinggal bawa koper baju aja," cetus Danis.

Interior ruang makan apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Interior ruang makan apartemen ASN di Ibu Kota Nusantara (IKN)
Sebagai informasi, total ASN prioritas pertama yang dipindahkan adalah 11.916 orang, prioritas kedua 6.774 orang, dan prioritas ketiga 14.237 orang.

Kemudian untuk tahap satu dalam prioritas pertama hanya sebanyak 6.000 ASN yang dipindahkan.

Baca juga: Progres 88 Persen, Rumah Jabatan Menteri di IKN Harus Kelar Juli Ini

Hal ini menyusul apartemen yang siap digunakan hanya 6.000 unit, sementara unit-unit lainnya, belum memadai.

Danis  menjelaskan bahwa 9 tower rusun ASN di IKN sudah tutup atap.

"Sebanyak 9 topping off sebelum Lebaran," ucap Basuki.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau