Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Lahan Masih Proses Pembebasan, Proyek Jalan Bebas Hambatan IKN 6A dan 6B Molor

Kompas.com - 20/06/2024, 12:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Proyek Jalan Bebas Hambatan Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 6A Sp. Riko-Rencana Outer Ring Road dan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Sp. 3 ITCI akan terlambat penyelesaiannya.

Hal ini menyusul sebagian lahan proyek tersebut yang masih dibebaskan dan masuk ke dalam bagian 2.086 hektar lahan proyek IKN yang "bermasalah".

Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat Sumadilaga mengatakan, sejatinya kedua proyek tersebut ditargetkan beres pada akhir tahun ini.

"Jadi kontrak Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6A dan 6B itu (berakhir) sekitar Oktober-November 2024. Tetapi dengan adanya keterlambatan ini, mungkin kita mundur," kata Danis saat ditemui di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jakarta, Jumat (14/6/2024).

Sementara berdasarkan data dari laman resmi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian PUPR, kedua proyek Tol IKN tersebut didanai menggunakan Aggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan sistem Multi Years Contract (MYC) tahun 2023-2024.

Rinciannya, proyek Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6A Sp. Riko-Rencana Outer Ring Road dimenangkan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk senilai Rp 1,5 triliun.

Baca juga: Pemerintah Lelang Proyek Sekolah, Pasar, dan Puskesmas di Kawasan Hunian ASN IKN

Sedangkan proyek Jalan Bebas Hambatan IKN Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Sp. 3 ITCI dimenangkan oleh PT Brantas Abipraya (Persero) senilai Rp 1,2 triliun.

Adapun masa pelaksanaan proyek ditargetkan berlangsung selama 420 hari kalender, terhitung sejak kontrak dibuat.

Namun demikian, Danis menegaskan bahwa proyek tetap berjalan di lahan yang sudah clean and clear karena tidak seluruh bagian tol tersebut bermasalah.

"Rata-rata progresnya sudah 30 persen. Kita kerjakan di daerah yang mungkin kita kerjakan, sambil menunggu proses PDSK Plus," tuntas Danis.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com