Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Partini Raup Omzet Puluhan Juta dari Pemanfaatan QRIS di Ibu Kota Nusantara

Kompas.com, 21 Juli 2024, 21:05 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Selain itu, dengan menggunakan QRIS, transaksi menjadi lebih efisien karena dapat mengurangi biaya pengelolaan kas dan memudahkan pencatatan keuangan.

Dengan QRIS, Partini tidak perlu lagi repot mencari uang kecil untuk kembalian dan tidak lagi harus setor tunai hasil penjualan ke ATM/bank.

Baca juga: HIPMI Balikpapan Incar Proyek Konstruksi hingga F&B di IKN

Semua transaksi tercatat dengan baik, membuat pencatatan keuangan menjadi lebih mudah dan efisien.

Pun dengan keamanan transaksi. QRIS memberikan tingkat keamanan yang lebih tinggi dalam transaksi non-tunai.

"Saya tidak perlu khawatir tentang menerima uang palsu atau kehilangan uang tunai," cetusnya.

Sesuai Target 

Partini dengan Sepaku Clothing-nya merupakan bagian dari pertumbuhan pengguna QRIS di Wilayah Kerja Bank Indonesia (BI) Balikpapan.

Menurut Kepala BI Perwakilan Balikpapan Robi Ariadi, volume QRIS hingga Juni 2024 di wilayah kerja BI Balikpapan adalah sebanyak 11.071.447 transaksi dengan total nominal Rp 1,67 triliun.

Rinciannya, Kabupaten Paser tercatat 449.574 transaksi dengan nominal Rp 62,18 miliar. Kemduain Kabupaten PPU mencapai 679.787 transaksi dengan nominal Rp 87,49 miliar.

Sedangkan Balikpapan sebanyak 9.942.086 transaksi dengan nominal transaksi menembus angka Rp 1,52 triliun.

Adapun secara Provinsi, Kalimantan Timur mencatat 760.563 pengguna, dan Nasional sebanyak 50.500.465 pengguna.

Robi mengatakan, bagi BI Perwakilan Balikpapan realisasi volume transaksi QRIS bulan Juni 2024 sudah tercapai dari angka yang ditargetkan tahun 2024 sebesar 10,5 juta pengguna.

Baca juga: Catat, Timeline Kereta Otonom Tanpa Rel Buatan China Mengaspal di IKN

Menurutnya, penggunaan QRIS di wilayah kerja BI Balikpapan akan terus tumbuh positif karena didukung oleh ekosistem transaksi non tunai yang telah terbentuk dengan baik.

"Baik pelakunya yang telah teredukasi, para tenant atau merchant yang well educated tentang keuntungan transaksi non tunai dan infrastruktur yang baik," tuntas Robi kepada Kompas.com.

Terkait dengan pembangunan IKN, Robi memproyeksikan jumlah pengguna, jumlah transaksi, maupun nominal transaksi akan meningkat.

Tidak saja di Kabupaten PPU sebagai lokasi IKN, melainkan juga di Paser dan Balikpapan sebagai penyangga IKN.

Hal ini seiring dengan penambahan jumlah pekerja konstruksi yang dikonsentrasikan untuk percepatan pembangunan, juga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai relokasi pada September 2024.

"Selain itu, tentu saja para tamu, wisatawan, dan pebisnis yang beraktivitas di wilayah kerja BI Balikpapan," tuntas Robi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau