Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Partini Raup Omzet Puluhan Juta dari Pemanfaatan QRIS di Ibu Kota Nusantara

Kompas.com, 21 Juli 2024, 21:05 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Partini, warga Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), toko oleh-olehnya saat ini menunjukkan peningkatan luar biasa.

Omzet per bulan hingga pertengahan Juli 2024 ini meningkat 20 persen sampai 30 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2023 lalu.

Omzet itu dia peroleh dari tiga gerai bertajuk Sepaku Clothing yang dioperasikannya yakni di Rest Area Ibu Kota Nusantara (IKN), Hunian Pekerja Konstruksi (HPK) IKN, dan di Desa Sukaraja, Kecamatan Sepaku.

Baca juga: HIPMI Ogah Dapat Lemparan Proyek IKN dari BUMN

Menurut perempuan berhijab ini, peningkatan omzet secara signifikan terjadi ketika Sepaku Clothing menjadi merchant QRIS dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 2022.

Partini menuturkan, pada tahun itu, gerai yang dioperasikannya baru satu, yakni di Desa Sukaraja. Oleh-oleh yang ditawarkan pun baru sebatas tas, topi, celana dan kaos-kaos dengan desain seadanya kelas UKM.

Pohon Hayat dijadikan desain kaos Sepaku ClothingKOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Pohon Hayat dijadikan desain kaos Sepaku Clothing
Namun, ketika dia menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital, omzet perlahan meningkat.

Pertumbuhan pesat terjadi ketika Partini membuka dua gerai baru di IKN dengan mengubah format desain merchandise-nya menjadi desain Pohon Hayat sebagai logo IKN.

Baca juga: Hyundai Investasi Rp 500 Miliar, Bangun Fasilitas Terintegrasi di Balikpapan

Selain Pohon Hayat, dia juga menjajakan merchandise dengan tengara atau landmark terkenal IKN lainnya, yakni Titik Nol Nusantara, Persemaian Mentawir, Kantor Presiden, Istana Negara, dan tak lupa hewan endemik Kalimantan yakni Bekantan, dan Beruang Madu.

"Pembangunan IKN membuat saya mampu menjual merchandise seperti kaos, topi, dompet, tas, dan lain-lain 'berbau' Nusantara di atas target," ungkap Partini dalam perbincangan khusus bersama Kompas.com, Rabu (17/7/2024).

Partini mengaku, dengan menggunakan QRIS, omzet yang diraup Sepaku Clothing dalam sebulan mencapai Rp 50 juta.

Banyak keuntungan

Menurutnya, ada banyak keuntungan yang didapat merchant dengan menggunakan metoda transaksi digital QRIS.

Pertama adalah meningkatkan penjualan. Sebagai merchant QRIS, Partini dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran, sehingga berpotensi meningkatkan peluang penjualan.

Saat ini, dia menerapkan dua aplikasi pembayaran dari dua bank Himbara, Mandiri dan BNI.

Ilustrasi QRISqris.id Ilustrasi QRIS
Keuntungan kedua adalah lebih praktis. Satu kode QR diterima oleh semua aplikasi pembayaran sehingga pelanggan akan senang karena merasa dimudahkan.

"Terbukti, yang belanja kaos IKN di toko saya enggak pake mikir. Langsung scan-scan aja itu QRIS-nya. termasuk bapak-bapak pejabat OIKN dan para menteri yang kerap berkunjung meninjau proyek IKN," ungkap Partini.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau