Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kalimantan Timur Gelar MTQ Nasional 2024, Diikuti 1.998 Peserta

Kompas.com, 8 September 2024, 09:05 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (8/9/2024).

MTQ Nasional ke-30 ini akan berlangsung hingga 16 September 2024, dan menghadirkan sekitar 1.998 peserta.

Rinciannya, 1.567 peserta inti dan 431 peserta cadangan yang berasal 35 provinsi di seluruh Indonesia.

Baca juga: Jadi New Economic Hub, IKN Sukses Tarik Investasi Rp 56,8 Triliun

Acara tahunan ini diharapkan menjadi momen bersejarah dalam dunia keagamaan serta budaya di Indonesia.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Ahmad Zayadi menuturkan, peserta terdiri dari berbagai kategori, termasuk tilawah (membaca Al-Qur’an), hafalan, tafsir, dan berbagai cabang lainnya.

Setiap provinsi akan mengirimkan wakil terbaiknya untuk bersaing di tingkat nasional, menampilkan keahlian dan pengetahuan mereka dalam Al-Qur’an.

Terdapat 8 cabang lomba dalam MTQ Nasional 2024, yakni Tilawah Alquran, Qiraat Alquran, Hafalan Alquran, Tafsir Alquran (Indonesia, Arab, Inggris), Fahmil Alquran, Syarhil Alquran,  Seni jaligrafi Alquran, dan Karya tulis ilmiah Alquran.

Menurut Zayadi, tema MTQ Nasional 2024 adalah “Mewujudkan Masyarakat Cinta Alquran untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Nusantara”.

"Tema ini diusung untuk mencerminkan semangat dalam menjadikan Alquran sebagai landasan moral dan spiritual bangsa, terutama pada era globalisasi," ujar Zayadi dikutip Kompas.com, Minggu (8/9/2024).

Baca juga: Setelah Fasilitas Siap, Jokowi Pastikan ASN Pindah ke IKN

Selain itu, tema tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran dan komitmen umat Islam untuk menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup dalam menghadapi tantangan global.

Termasuk, memotivasi seluruh lapisan masyarakat untuk semakin mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

MTQ Nasional 2024 di Kalimantan Timur akan menjadi salah satu momen penting dalam kalender keagamaan Indonesia, menyatukan ribuan peserta dari seluruh penjuru negeri dalam satu acara besar yang merayakan keindahan dan kedalaman Al-Qur’an.

Dengan persiapan yang matang, dukungan teknologi, dan semangat kebersamaan, acara ini diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang luas bagi seluruh masyarakat. 

Rangkaian Acara di IKN

Kementerian Agama menunjuk Kaltim sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2024 melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Agama RI Nomor 321 Tahun 2024 tentang Penetapan Provinsi Kaltim sebagai Tempat Penyelenggara MTQ Tingkat Nasional XXX.

SK Penetapan tuan rumah ini diserahkan Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Kemenag Ahmad Zayadi, Jumat (28/4/2023), kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim Sri Wahyuni.

Baca juga: Otorita Klarifikasi, Investor Singapura Sembcorp Telah Lama Masuk IKN

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau