Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alien DC, Kumpulan Arsitek Muda di Balik Indahnya Lekukan Gedung-gedung IKN

Kompas.com, 5 November 2024, 16:03 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Sejak rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur bergulir pada 2019, Alien Design Consultant (DC) telah mempersiapkan tim terbaik.

Mereka terdiri dari para arsitek muda yang memiliki rekam jejak karya-karya luar biasa dengan skup Asia dan Afrika. Bahkan, beberapa di antaranya menawarkan kebaruan langgam. 

Ketika Pemerintah mengumumkan sayembara gagasan desain dan masterplan Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 2020, Alien DC menganggapnya sebagai ruang hidup atau living lab untuk karya-karya terbaik yang mereka persembahkan.

Di bawah bendera PT Alien Bangun Nusantara, Hardyanthony Wiratama (Hardy) yang memimpin Alien DC sejak 2016, pun ikut dalam "pertarungan" antar konsultan arsitektur memperebutkan proyek-proyek prestisius di IKN.

Baca juga: Dilantik Prabowo, Basuki Resmi Jadi Kepala Otorita IKN

Hardy merupakan arsitek muda lulusan Departemen Arsitektur Universitas Indonesia (UI). Sebelumnya, dia memiliki pengalaman bekerja di beberapa konsultan arsitek dan interior di Singapura, dan berlanjut dengan berkarya di dalam negeri, membangun IKN.

Hardy dibantu sejumlah profesional seperti Nifan Sovella sebagai Wakil Direktur, Muhammad Syaiffudin sebagai Direktur Interior, Aditya W Fitrianto selaku Direktur Arsitektur, dan Dodi Ardianto sebagai Direktur PQPL.

Memang, usia Alien DC belumlah sematang firma arsitektur legendaris lainnya macam Han Awal and Partners (HAP), atau Anggara Architeam yang hadir belakangan.

Namun, Alien DC kemudian terlibat dalam rancang dan bangun (design and build) sejumlah bangunan penting di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Rancangan Alien DC yang tak biasa, meliuk-liuk di tengah tipikal bangunan kantor kotak-kotak standar, membuat publik terkesima. 

Desain Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 4 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibn Kota Nusantara (IKN)Alien DC Desain Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 4 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibn Kota Nusantara (IKN)
Seperti Kompleks Gedung Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) 4 yang terdiri dari empat bangunan dan merupakan basis Kementerian Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). 

Kompleks Gedung Kantor Kemenko 4 dirancang sebagai bagian dari ekosistem perkantoran Kemenko yang terletak di samping sisi barat dan timur Plaza Seremoni, atau di depan Kompleks Istana Kepresidenan.

Perencana awal (basic design) proyek ini adalah Urban+ yang membawa konsep sesuai dengan Nagara Rimba Nusa sebagai pemenang gagasan desain IKN yang mengusung prinsip-prinsip kota hutan (forest city).

Bangunan yang hadir di IKN juga mesti memiliki konsep bangunan hijau dan berkelanjutan, seraya tak melupakan kreativitas dan terobosan untuk bebas dari koorptasi langgam kotak-kotak..

Baca juga: Rusun untuk Masyarakat Terdampak Proyek IKN Dilelang

Terkait hal ini, Direktur Arsitektur Alien DC Aditya W Fitrianto mengungkapkan, desain kompleks Gedung Kantor Kemenko 4 memiliki bentukan organik yang meliuk alias curve, tidak kotak untuk memberikan rasa dinamis dan kesatuan dengan bentukan kontur kawasan yang memang tidak rata.

Dengan diberikan facade bangunan yang berteras dan berkanopi, memberikan nuansa shading (bayangan), sehingga mengurangi efek terik panas pada bidang facade bangunan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau