Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Alien DC, Kumpulan Arsitek Muda di Balik Indahnya Lekukan Gedung-gedung IKN

Kompas.com, 5 November 2024, 16:03 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Perencana awal adalah Georgeous Budi Yulianto dari Yayasan Universitas Parahyanggan, Bandung, Jawa Barat.

Kompleks Perkantoran BI ini berbeda dengan paket lain karena mengusung konsep masa depan, melalui bentuk Garuda Digital.

Garuda Digital ini dirancang tengah mendarat atau merunduk dengan bentang sayap dan  facade lengkung dinamis, memberikan nuansa futuristik pada kawasan ini.

"Tahap 1 Kompleks Perkantoran BI ini akan selesai dan siap digunakan pada Desember 2024 ini," cetus Aditya.

Proyek berikutnya adalah Masjid Negara yang merupakan bagian utama dari kawasan peribadatan dan dimulai lebih dulu pembangunannya.

Posisinya berada pada sisi aksis sumbu kebangsaan, tepatnya timur laut dari Titik Nol Nusantara.

Rancangan awal Masjid Negara ini dikerjakan oleh seniman pematung Nyoman Nuarta bersama tim arsitek yang dibentuknya.

Awalnya, masjid ini memiliki kapasitas 25.000 jemaah saat masa puncak Hari Besar Keagamaan seperti Lebaran.

"Tapi kemudian diminta oleh Kurator IKN Ridwan Kamil untuk ditingkatkan menjadi dua kali lipat daya tampung awal. Hal ini membuat proses penyesuaian rancangan berikut review Komite Kehandalan Bangunan Gedung (KKBG) berjalan lebih lambat," terang Aditya.

Majid Negara terdiri dari tiga bagian yaitu Kubah Utama, Plaza Terbuka dan Minaret. Kubah Masjid mengambil konsep simbol sorban dan bentukan galaksi andromeda sebagai ketakberhinggaan semesta alam raya.

Kemudian Plaza Terbuka memberikan ketegasan aksis arah Kiblat, menerus ke arah Menara Minaret. Bentukan Minaret yang dinamis menghadirkan putaran semesta meliuk ke atas atau keilahian.

Proses konstuksi masih berlangsung, diharapkan secara parsial tahapan tutup atap pada bulan Desember 2024 dan dapat digunakan Sholat Ied secara pada akhir bulan Maret 2025.

Gedung Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)Alien DC Gedung Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)
Proyek selanjutnya adalah Kantor Otorita IKN sebagai pengelola kawasan yang memiliki posisi di jantung KIPP yaitu dekat dengan Titik Nol Nusantara dan dalam satu garis aksis kebangsaan sehingga berhadapan secara tidak langsung dengan Istana Kepresidenan.

Kantor ini berbentuk membulat sebagai simbol pusat dan tetap mengusung forest city. Seperti facade berlapis (second skin), facade hijau, dan ruang hijau (green roof n plaza) pada bangunan ini.

"Kantor Otorita ini dirancang oleh Urbane dan diharapkan selesai pada Desember 2024," buka Aditya.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau