Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Sosial IKN, 28 Calon Pekerja Telantar Dipulangkan

Kompas.com, 20 Januari 2025, 16:51 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi magnet kuat bagi para calon pekerja untuk mendapatkan peruntungan. 

Pembangunan IKN yang masih terus berjalan dan mengalami eskalasi menarik minat para calon pekerja dari berbagai daerah di Indonesia.

Namun, tidak semua calon pekerja itu memiliki keahlian. Banyak di antaranya yang hanya mengandalkan iming-iming dan tawaran pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dinas Sosial (Dinsos) Balikpapan mencatat jumlah calon pekerja telantar dengan motif ingin bekerja di IKN mencapai 28 orang sepanjang 2024.

Baca juga: Tak Lagi Andalkan APBN, IKN Bergantung pada Investasi Swasta

"Mereka bersal dari Pulau Jawa, sebagian besar Jawa Timur. Selain itu ada juga dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka sudah kami pulangkan seluruhnya," ungkap Kepala Dinas Sosial Kota Balikpapan, Edy Gunawan, di Balikpapan, Senin (20/1/2025).

Adapun jumlah total keseluruhan calon pekerja telantar di Balikpapan mencapai lebih dari 100 orang, dan sudah dipulangkan ke daerah masing-masing.

Jumlah tersebut diketahui terdiri dari berbagai kasus. Selain iming-iming IKN dari para oknum tak bertanggung jawab, para calon pekerja juga merupakan korban penipuan iming-iming perekrutan dan eksploitasi perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Menurut Edi, mereka dipulangkan dengan menggunakan dana penanganan pekerja telantar dari berbagai lembaga sosial, perusahaan, dan Pemkot Balikpapan.

Baca juga: Financial Center IKN Dipercepat, BI: Fungsi Pembiayaan Paling Penting

“Selain dana dari Dinsos, ada bantuan dari masyarakat, CSR, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan paguyuban atau perkumpulan warga daerah asal calon pekerja tersebut. Seperti paguyuban masyarakat Jawa Timur. Mereka turut membantu memulangkan orang-orang ini ke daerah asalnya,” ujarnya.

Saat ini, Dinsos Balikpapan juga tengah mempersiapkan fasilitas penampungan atau rumah singgah yang sudah bisa mulai beroperasi untuk menampung calon pekerja telantar.

“Kalau ada kasus mendesak, fasilitas ini sudah bisa digunakan sekarang. Kapasitasnya sekitar 20 orang, meski tempat tidur masih perlu dilengkapi,” tuntas Edy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau