Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkatkan Akses Air Bersih Balikpapan, PTMB Bakal Gandeng KKT

Kompas.com, 20 Januari 2025, 19:47 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Populasi Kota Balikpapan yang terus mengalami pertumbuhan, dan diproyeksi mencapai 880.000 jiwa hingga tahun 2029, berdampak pada peningkatan kebutuhan air bersih.

Kondisi inilah yang mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menawarkan kerjasama operasi (KSO) sistem pengelolaan air minum (SPAM) dengan sejumlah pihak.

Salah satunya adalah PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang mengelola air baku dari empat sumur yang dimiliki.

KKT merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dikempit PT Pelindo (Persero) 50 persen dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 50 persen.

Baca juga: Balikpapan Tawari Investor Asing dan Domestik Bangun Proyek Desalinasi Air Laut

Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PTMB, PT KKT, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah pun digelar di Balikpapan, Senin (20/1/2025).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT KKT Tani Wijaya, KKT saat ini mengelola empat sumur bor  dengan kapasitas produksi air baku 10 liter per detik

"Sementara penampungan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) di reservoir dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per reservoir," ujar Tani.

Selama ini, air bersih tersebut disalurkan untuk kebutuhan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan KKT.  

Terkait tawaran KSO dengan PTMB, Tani mengatakan akan dibicarakan lebih lanjut saat PTMB dan Komisi II DPRD Kota Balikpapan kunjungan ke lapangan.

Sementara itu, Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menuturkan, pertemuan bersama KKT dan Komisi II DPRD Kota Balikpapan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Terpilih Kaltim Rudy Mas'ud dan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh di KKT.

Baca juga: Infrastruktur Air Minum IKN Terbaik di Indonesia, Bisa Direplikasi Kota Lain

"Bahwa ternyata, di KKT itu masih ada debit air yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Kalau itu diserahkan ke PTMB, akan kami salurkan ke masyarakat," ungkap Yudhi.

Telebih selama peraturannya mendukung, Yudhi memastikan PTMB siap membantu memasok kebutuhan air di wilayah-wilayah seperti Balikpapan Utara yang memang saat ini belum 100 persen tercukupi.

"Nanti kami akan follow up lagi untuk kejelasannya. Tinggal instalasi pipa saja. Kami targetkan tahun ini bisa terealisasi. Pada tahun 2025 juga kami optimalisasi, rehabilitasi, dan kalau ada bantuan sumber air baku yang betul-betul bisa kami manfaatkan dan tidak melanggar aturan, kami pasti ambil," tutur Yudhi.

Hal senada dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah, bahwa kolaborasi ini diperlukan untuk mengatasi masalah klasik pasokan air baku Kota Balikpapan.

"Alhamdulillah, tadi kami berhasil juga membawa calon rekanan, yaitu KKT. Besok (Selasa) kami akan kunjungan lapangan berkaitan dengan air baku," kata Fauzi.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau