Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Populasi Kota Balikpapan yang terus mengalami pertumbuhan, dan diproyeksi mencapai 880.000 jiwa hingga tahun 2029, berdampak pada peningkatan kebutuhan air bersih.
Kondisi inilah yang mendorong Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menawarkan kerjasama operasi (KSO) sistem pengelolaan air minum (SPAM) dengan sejumlah pihak.
Salah satunya adalah PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) yang mengelola air baku dari empat sumur yang dimiliki.
KKT merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dikempit PT Pelindo (Persero) 50 persen dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) 50 persen.
Baca juga: Balikpapan Tawari Investor Asing dan Domestik Bangun Proyek Desalinasi Air Laut
Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PTMB, PT KKT, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah pun digelar di Balikpapan, Senin (20/1/2025).
Menurut Sekretaris Perusahaan PT KKT Tani Wijaya, KKT saat ini mengelola empat sumur bor dengan kapasitas produksi air baku 10 liter per detik
"Sementara penampungan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) di reservoir dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per reservoir," ujar Tani.
Selama ini, air bersih tersebut disalurkan untuk kebutuhan kapal-kapal yang bersandar di pelabuhan KKT.
Terkait tawaran KSO dengan PTMB, Tani mengatakan akan dibicarakan lebih lanjut saat PTMB dan Komisi II DPRD Kota Balikpapan kunjungan ke lapangan.
Sementara itu, Direktur Utama PTMB Yudhi Saharuddin menuturkan, pertemuan bersama KKT dan Komisi II DPRD Kota Balikpapan merupakan tindak lanjut dari kunjungan Gubernur Terpilih Kaltim Rudy Mas'ud dan Ketua Komisi III DPRD Kaltim Abdulloh di KKT.
Baca juga: Infrastruktur Air Minum IKN Terbaik di Indonesia, Bisa Direplikasi Kota Lain
"Bahwa ternyata, di KKT itu masih ada debit air yang bisa dimanfaatkan untuk masyarakat. Kalau itu diserahkan ke PTMB, akan kami salurkan ke masyarakat," ungkap Yudhi.
Telebih selama peraturannya mendukung, Yudhi memastikan PTMB siap membantu memasok kebutuhan air di wilayah-wilayah seperti Balikpapan Utara yang memang saat ini belum 100 persen tercukupi.
"Nanti kami akan follow up lagi untuk kejelasannya. Tinggal instalasi pipa saja. Kami targetkan tahun ini bisa terealisasi. Pada tahun 2025 juga kami optimalisasi, rehabilitasi, dan kalau ada bantuan sumber air baku yang betul-betul bisa kami manfaatkan dan tidak melanggar aturan, kami pasti ambil," tutur Yudhi.
Hal senada dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kota Balikpapan Fauzi Adi Firmansyah, bahwa kolaborasi ini diperlukan untuk mengatasi masalah klasik pasokan air baku Kota Balikpapan.
"Alhamdulillah, tadi kami berhasil juga membawa calon rekanan, yaitu KKT. Besok (Selasa) kami akan kunjungan lapangan berkaitan dengan air baku," kata Fauzi.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya