Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Polresta Balikpapan menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, tetap kondusif.
Hal ini sejalan dengan posisi dan peran strategis Kota Balikpapan sebagai beranda sekaligus penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Wakil Kepala Wakil Kepala Polres Kota Balikpapan AKBP Hendrik Eka Bahalwan menuturkan, masing-masing personel menyadari tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Baca juga: Polresta Balikpapan Sebar Foto DPO Harun Masiku
"Kita harus merespon cepat, kita melaksanakan tugas, base-nya adalah data, sehingga semua bisa kita prediktif," ujar Hendrik, di Balikpapan, Senin (20/1/2025).
Menurutnya, semua bisa dilakukan untuk menjaga kamtibmas Kota Balikpapan dengan formulasi yang tepat dalam melaksanakan kegiatan preventif dan repressif secara terukur.
Sebagai salah satu kota dengan pendapatan regional tertinggi ke-6 di Indonesia karena didukung kehadiran Proyek Strategis Nasional (PSN) Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, Balikpapan berpotensi menjadi kota maju metropolitan.
"Jangan sampai perekonomian stagnan karena gangguan kamtibmas. Itu dampaknya akan sangat luar biasa. Itulah kenapa kami harus merespons dan mengantisipasi dengan cepat kasus-kasus dan laporan-laporan yang masuk," imbuh Hendrik.
Karena prinsip sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat itulah, sebanyak 32 personel Polresta Balikpapan mendapat penghargaan.
Baca juga: Kejahatan Konvensional Turun tapi Kejahatan Trans Nasional Meningkat di Balikpapan
Dari jumlah tersebut, 29 di antaranya berasal dari Satuan Reserse Kriminal, dan 3 lainnya dari Satuan Samapta.
hendrik menjelaskan, penghargaan diberikan setelah Dewan Kebijakan Jabatan dan Kepangkatan (Wanjak) memberikan evaluasi terhadap para personel sesuai dengan perintah Kapolri dan Kapolresta.
"Dari penilaian itu, setiap personel yang mampu melampaui target dari tugas dan tanggung jawabnya, kami berikan penghargaan," kata Hendrik.
Hendrik menuturkan, satu catatan gemilang yang ditorehkan para penerima penghargaan dari Satreskrim.
Mereka mampu mengungkap kasus pembunuhan dan percobaan bunuh diri dalam waktu kurang dari 24 jam.
Sementara Satsamapta mampu menindaklanjuti laporan yang masuk ke call center 110 dengan cepat dan berhasil menggagalkan percobaan bunuh diri.
"Itu yang harus kita apresiasi setinggi-tinggi. Tidak hanya output-nya tapi ada outcome-nya," tuntas Hendrik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang