Penulis
Bahkan, pada tahun sebelumnya telah dibangun satu unit TPST yang direncanakan akan segera beroperasi pada bulan depan.
Sementara pada 2025 ini, akan dibangun tiga titik TPST lagi. Kemudian tahun 2026 dibangun dua titik.
Sebelum adanya rencana insinerasi dan pembangunan TPST, DLH Balikpapan telah mengandalkan peran bank sampah, Intermediate Treatment Facility (ITF), dan Material Recovery Facility (MRF) untuk menekan jumlah sampah yang masuk ke TPAS Manggar.
"Dalam satu hari yang ditangani ada 500 ton, tapi karena ada Bank Sampah, MRF dan ITF maka bisa kurang hingga 100-120 ton, jadi yang masuk di TPAS itu hanya 380-400 ton," jelasnya.
Sudirman optimistis, skema pengelolaan sampah yang sedang dirancang ini akan mampu menjawab target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang disampaikan oleh Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisyol Rofik saat berkunjung ke Balikpapan beberapa waktu lalu.
"Dia menyampaikan, untuk target RPJMN itu sekitar 50 persen, dan ini sudah mencapai 28 persen, sedangkan untuk RPJMN yang terdahulu adalah 30 persen, maka ini Insya Allah tercapai," pungkas Sudirman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya