Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melalui Diaspora, Banyak Investor Asing Minati Sektor Pendidikan di IKN

Kompas.com, 23 April 2025, 11:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur semakin menjadi magnet bagi investor asing, terutama melalui peran strategis diaspora Indonesia yang tergabung dalam Indonesian Diaspora Network (IDN) Global.

Presiden IDN Global Sulistyawan Wibisono mengungkapkan, banyak investor asing, menunjukkan minat besar untuk berinvestasi di IKN, dengan sektor pendidikan, khususnya pendidikan vokasional, menjadi fokus utama.

Selain itu, sektor energi ramah lingkungan dan farmasi juga menarik perhatian.

IDN Global, yang mewakili sekitar 8 juta diaspora Indonesia di seluruh dunia, telah lama berperan sebagai duta investasi dan promosi Indonesia di kancah global.

Baca juga: Kongres Diaspora Indonesia Ke-8 di IKN, Dihadiri Politisi Australia

Dalam konferensi pers menjelang Kongres Diaspora Indonesia Ke-8 di IKN (1-3 Agustus 2025), Sulistyawan menyoroti peran diaspora sebagai penghubung antara investor asing dan peluang di IKN.

“Banyak teman kami, termasuk saya sendiri, mendapat pertanyaan dari investor asing melalui diaspora tentang bagaimana memulai langkah untuk berinvestasi di IKN,” ujar Sulistyawan menjawab Kompas.com, Rabu (23/4/2025).

Diaspora, dengan jaringan global mereka yang mencakup profesional, akademisi, dan pengusaha di negara seperti Australia, Belanda, dan Malaysia, menjadi saluran komunikasi yang efektif.

Mereka tidak hanya mempromosikan potensi IKN, tetapi juga memfasilitasi dialog dengan pemangku kebijakan di Indonesia.

Sulistyawan menekankan, diaspora sering diminta untuk memberikan panduan praktis, seperti ke mana investor harus melangkah dan prosedur apa yang perlu diikuti untuk menanamkan modal di IKN.

Sektor Pendidikan: Magnet Utama Investor

Dari berbagai sektor yang diminati, pendidikan menjadi yang paling menonjol, terutama pendidikan vokasional.

Minat ini didorong oleh visi IKN sebagai smart forest city yang membutuhkan tenaga kerja terampil untuk mendukung ekonomi berbasis teknologi dan inovasi.

Pendidikan vokasional, yang berfokus pada keterampilan praktis seperti teknologi informasi, teknik, dan manajemen, dianggap krusial untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di IKN.

Baca juga: Mengenal Aplikasi Layanan ASN Pindah ke IKN

Investor asing, termasuk politisi Australia yang akan hadir di Kongres Diaspora Ke-8, tertarik untuk mendirikan sekolah atau universitas internasional yang menawarkan kurikulum berstandar global.

“Mereka ingin bertemu pemangku kebijakan untuk membahas peluang ini,” tambah Sulistyawan, menyinggung rencana dialog dengan Otorita IKN selama kongres.

Minat ini sejalan dengan kebutuhan IKN untuk membangun ekosistem pendidikan yang mendukung superhub ekonomi.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau