Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Titik Nol IKN Simbol Peradaban, BIG: Punya Makna Persatuan

Kompas.com, 3 Mei 2025, 16:37 WIB
Add on Google
Afdhalul Ikhsan,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

NUSANTARA, KOMPAS.com - Titik Nol Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Pemaluan, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, menjadi simbol awal peradaban baru Indonesia.

Titik nol IKN ini berbeda dengan titik nol kilometer daerah lain, karena terletak di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Lokasinya berada di 0.97302475°LS, 116.70883677°BT dengan ketinggian 88,808 meter di atas ellipsoid.

Direktur Sistem Referensi Geospasial Badan Informasi Geospasial (BIG) Mohammad Fifik Syafiudin menjelaskan, Titik Nol IKN bukan sekadar tugu geografis, melainkan simbol awal perjalanan besar bangsa Indonesia menuju ibu kota masa depan.

Baca juga: Daftar Sekolah dan Kampus Bertaraf Global Bakal Hadir di IKN

Titik Nol ini juga menjadi referensi utama pembangunan infrastruktur yang mengusung konsep kota hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

Karena itu, keberadaan Titik Nol IKN memiliki arti penting dari sisi teknis maupun filosofis.

"Titik Nol adalah acuan koordinat utama yang memastikan seluruh pembangunan IKN tersusun secara terintegrasi, presisi, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan," ucap Fifik di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (3/5/2025).

Adapun monumen Titik Nol IKN resmi ditetapkan pada 14 Maret 2022 melalui prosesi "Ritual Kendi Nusantara" yang dipimpin Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Sejak diresmikan, area sekitar titik nol terus dikembangkan dengan fasilitas pendukung, seperti pendopo, menara pandang, hingga lahan parkir berpaving.

Sedangkan dalam praktik pemetaan dan perencanaan kota, titik nol berfungsi sebagai jaring kontrol geodesi.

Baca juga: Fitur Kota Cerdas IKN Digeber Sesuai Rencana Induk

"Setiap jalan, gedung, hingga sistem utilitas di IKN diukur dan dirancang berdasarkan koordinat titik nol. Tanpa titik nol, mustahil mewujudkan tata ruang kota yang rapi dan berfungsi optimal," imbuh Fifik.

Selain aspek teknis, Titik Nol IKN juga mengandung makna persatuan bangsa. Penyatuan tanah dan air dari 34 provinsi dalam Ritual Kendi Nusantara menjadi lambang keberagaman yang berpadu membangun peradaban baru.

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, Fifik mengungkapkan bahwa Titik Nol IKN menjadi pusat perencanaan desain kota Nagara Rimba Nusa.

Konsep ini mengutamakan ruang hijau, transportasi ramah lingkungan, dan konservasi keanekaragaman hayati.

"IKN adalah wajah baru Indonesia di masa depan, dan semua dimulai dari titik nol,” kata Fifik.

Baca juga: Kelola Dana Asing, Otorita IKN Genjot Kapasitas dan Profesionalisme

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau