Fifik menambahkan, pembangunan Titik Nol IKN dan kawasan sekitarnya tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang sudah ada.
Selain itu, juga mengintegrasikan teknologi cerdas untuk pengelolaan sumber daya.
Hingga April 2025, progres pembangunan IKN telah mencapai 80 persen untuk tahap pertama.
Termasuk penyelesaian infrastruktur utama, seperti Istana Garuda, jalan akses, bendungan air baku, dan perumahan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kawasan Titik Nol telah berdiri Balai Kota Pemerintahan Daerah Khusus IKN yang akan menjadi pusat administrasi baru Indonesia.
Dengan demikian, Titik Nol IKN tidak hanya menjadi penanda geografis, tetapi juga pijakan sejarah bagi perjalanan Indonesia menuju masa depan yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang