Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Sebuah program pelatihan inklusif bertajuk "Coding Mama dan Difabel Batch V," kembali dibuka di Kantor Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (26/9/2025).
Fokus program ini adalah merangkul kaum ibu dan sahabat difabel di sekitar IKN untuk menjadi talenta digital.
Ini adalah strategi Otorita IKN untuk memastikan bahwa pembangunan tidak hanya fokus pada beton dan baja, tetapi juga pada Sumber Daya Manusia (SDM) yang inklusif.
Baca juga: Rp 65,3 Triliun Uang Swasta Mengalir ke IKN hingga September 2025
Program ini bukan sekadar platihan komputer biasa. Selama 10 minggu dalam 12 kali pertemuan, para peserta dibekali keterampilan digital yang paling dibutuhkan pada era modern.
Mulai dari literasi digital lanjut (pemanfaatan Microsoft 365), desain grafis, website development, hingga teknik presentasi.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa literasi digital sudah menjadi kebutuhan sekaligus pendorong pergerakan ekonomi saat ini.
Baca juga: Sejarah Baru Reforma Agraria, Warga Terdampak IKN Terima Sertifikat Hak Pakai
"Kami punya keyakinan bahwa setiap orang punya kesempatan untuk maju. Untuk mendukung IKN sebagai smart city, penduduk dan masyarakatnya juga harus bisa mendayagunakan sumber daya digital," ujar Agung.
Antusiasme masyarakat terhadap program ini sangat tinggi. Dari lebih seratus pendaftar, 45 peserta terpilih dari lima daerah berbeda Samboja, Samboja Barat, Loa Janan, Muara Jawa, dan Sepaku.
Yang menarik, rentang usia peserta sangat luas, yakni 18 hingga 45 tahun, membuktikan bahwa semangat pemberdayaan ini menjangkau semua kalangan usia.
Baca juga: Seluk Beluk IKN Ibu Kota Politik, Langkah Akselerasi Prabowo
Program yang sudah berjalan sejak Batch I pada tahun 2022 ini telah menghasilkan alumni yang berdampak nyata.
Sri Widyawati, alumni Batch II asal Sepaku, berbagi kisahnya: "Berkat pelatihan ini, saya kini sudah bisa membuka kelas untuk mengajar desain grafis dan website development bagi remaja di Desa Tengin Baru."
Kisah Sri ini adalah bukti bahwa program ini berhasil mengubah penerima manfaat menjadi pemberi manfaat bagi komunitasnya sendiri.
Baca juga: IKN Menuju Ibu Kota Politik 2028, Ini Tahapannya
Melalui inisiatif ini, Otorita IKN menjamin tidak ada elemen masyarakat yang tertinggal.
IKN disiapkan menjadi kota modern, inklusif, dan berkelanjutan, di mana talenta digital lahir dari berbagai latar belakang, termasuk dari balik dapur rumah tangga dan dari kalangan sahabat difabel.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang