Penulis
Hingga Oktober 2025, Otorita IKN telah mengamankan total komitmen investasi senilai Rp 225,02 triliun.
Baca juga: Jepang Kepincut IKN, Otorita Arahkan Investasi Hijau Berkelanjutan
Angka ini jauh melampaui alokasi APBN yang disetujui Presiden Prabowo untuk kelanjutan IKN periode 2025–2029 sebesar Rp 48,8 triliun.
Hal ini menggarisbawahi efektivitas strategi pembiayaan hibrida yakni APBN sebagai stimulus awal, didukung oleh modal swasta sebagai main driver (penggerak utama).
Total nilai komitmen investasi ini mencakup investasi swasta murni Rp 66,3 triliun atau 29,46 persen yang meliputi proyek properti, komersial, dll.
Kemudian skema KPBU senilai Rp 158,72 triliun atau setara porsi 70,54 persen yang meliputi pembangunan jalan, multi-utility tunnel (MUT), dan hunian.
Deputi Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Sudiro Roi Santoso memerinci, kontrak proyek KPBU kini terus bergerak cepat dengan 8 tower dan 109 rumah tapak tahap pertama senilai Rp 7,2 triliun sudah ditandatangani. Sementara, KPBU kedua senilai Rp 2,21 triliun dijadwalkan lelang minggu depan.
Kemudian investasi swasta juga terus menguat termasuk hotel-hotel baru yang akan dikembangkan oleh Pakuwon Group, Vasanta Group, dan Jambuluwuk Group.
"Maret 2026, ketiganya akan mulai melaksanakan pembangunan fisik," tuntas Roi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang