Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

ASN Otorita IKN Digembleng Ala Militer Selama 15 Hari

Kompas.com, 6 November 2025, 13:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Di tengah akselerasi pembangunan fisik infrastruktur Lembaga Negara, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kini mengalihkan fokus pada investasi yang paling krusial: pembangunan karakter dan mental aparatur sipil negara (ASN).

Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan retret tahun 2025 batch pertama, yang diikuti oleh 193 peserta (terdiri dari PNS dan PPPK), di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Amborawang, Kodam VI/Mulawarman.

Baca juga: Batal Mengudara di IKN, Taksi Terbang Bukan Program Prioritas

Kegiatan ini berlangsung selama 15 hari, mulai tanggal 4 November hingga 8 November 2025.

Gemblengan Militer untuk Karakter Anti-Korupsi

Pelaksanaan retret di fasilitas militer Kodam VI/Mulawarman ini bertujuan membentuk ASN yang berbeda dari birokrasi konvensional.

Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, dan Kepala Staf Kodam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, memimpin langsung upacara pembukaan.

Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, dalam sambutan yang disampaikan Kasdam, menekankan bahwa retret ini bertujuan membentuk karakter ASN yang kuat, dengan fokus pada materi pelatihan utama, tujuan pembentukan karakter, kedisiplinan dan pengetahuan dasar militer.

Baca juga: Demi Langit IKN dan ALKI II, Konstruksi Satrad Dipercepat, Pekerja Ditambah

"Kemudian membentuk ketangguhan mental dan jiwa korsa (semangat korps), wawasan kebangsaan dan kesadaran konstitusi, memperkuat cinta tanah air dan pemahaman terhadap NKRI, serta mmastikan ASN memiliki integritas tinggi dan nol toleransi terhadap korupsi," ujap Pangdam.

Pelatihan ini adalah bagian dari "fondasi perubahan" menuju IKN sebagai Ibu Kota Politik 2028.

Bimo berharap retret ini melahirkan tim yang solid dan siap menjalankan amanah besar Otorita Ibu Kota Nusantara.

Simbol Kemajuan

Sebanyak 193 peserta (118 pria dan 75 wanita) yang menjadi batch pertama ini dipandang sebagai calon "punggawa-punggawa garda terdepan" dari IKN.

Baca juga: Inflasi di Penyangga IKN Balikpapan Terkendali, Ditopang Emas Perhiasan

Mereka adalah ASN yang akan menjadi pionir dan tulang punggung operasional pemerintahan di Ibu Kota baru.

Kasdam VI/Mulawarman menutup arahannya dengan menekankan, semangat jiwa korsa, untuk calon-calon punggawa garda terdepan dari simbol kemajuan, pemerataan, dan cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau