Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Basuki Optimistis Istana Wapres di IKN Tuntas Akhir Desember 2025

Kompas.com, 15 Desember 2025, 07:50 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Pergantian tahun 2025 menjadi momen krusial bagi Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan optimisme pembangunan fisik Istana Wakil Presiden (Wapres) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) akan tuntas pada akhir Desember 2025.

Penyelesaian ini bukan sekadar pencapaian target, melainkan penanda kesiapan IKN untuk menapaki fase kedua pembangunannya dan mewujudkan perpindahan pusat administrasi negara.

Baca juga: Perang Lawan Mafia dan Sapu Bersih IKN, Otorita Siapkan Renstra 2026

Dalam pernyataannya di Universitas Gadjah Mada (UGM), Basuki Hadimuljono memaparkan bahwa IKN akan segera memasuki babak baru pembangunan.

"Ini kan fase kedua. Jadi fase pertama itu tahun 2020 sampai 2024," ujarnya, seraya menjelaskan bahwa pembangunan fase pertama sebenarnya baru dimulai pada tahun 2022 akibat dampak pandemi global.

Progres Fase Pertama: 97 Persen Siap Huni

Komitmen pemerintah untuk mengejar ketertinggalan akibat pandemi membuahkan hasil signifikan.

Basuki mengungkapkan, progres pembangunan fisik untuk Fase Pertama (2022-2025) telah mencapai angka impresif 97 persen.

Target penyelesaian akhir tahun 2025 ini mencakup seluruh infrastruktur dasar dan beberapa bangunan kunci.

Baca juga: Ikut Pelatihan 10 Minggu, Ibu-Ibu di IKN Kini Melek Literasi Digital

"Akhir tahun ini selesai semua karena hanya tinggal masjid dan kantor wakil presiden, itu sudah akan selesai semua," ucapnya.

Selain itu, fasilitas penunjang kehidupan, seperti sekolah dan pasar, juga dipastikan rampung pada Desember ini.

Secara spesifik, Basuki memastikan bahwa Kantor Wapres akan selesai secara fisik pada akhir Desember 2025, dan selanjutnya akan dilanjutkan dengan proses pengisian furniture.

Detail Arsitektural Refleksi Visi Nusantara

Kompleks Istana Wapres di IKN dirancang bukan hanya sebagai kantor administratif, tetapi sebagai simbol fungsionalitas dan integrasi dengan lingkungan.

Secara arsitektural, desain bangunan-bangunan kunci di KIPP seperti Istana Wapres mengedepankan prinsip "Kota Hutan" (Forest City) dan identitas lokal, serta mengoptimalkan sirkulasi dan pejalan kaki.

Baca juga: Komisi XI DPR RI Restui Penuh Kelanjutan Pembangunan IKN

Meskipun detail spesifik Istana Wapres dipegang oleh perancang yang telah ditunjuk, konsep tata ruang di KIPP, yang sering diuraikan oleh arsitek kunci IKN seperti Daliana Suryawinata, menekankan pada sejumlah hal penting.

Bangunan Istana Wapres ditempatkan secara harmonis di antara lanskap alam, mengedepankan ruang terbuka hijau dan bukan dominasi beton.

Penggunaan material dan desain yang responsif terhadap iklim tropis Kalimantan, memaksimalkan pencahayaan alami dan ventilasi silang untuk efisiensi energi.

Kompleks ini dirancang terintegrasi dengan kantor kementerian/lembaga lainnya, mendukung efisiensi pergerakan dan administrasi yang efektif.

Baca juga: Menteri Sarawak Bawa Proposal ke IKN, Bangun Jalur Kereta Lintas 3 Negara

Desainnya bertujuan untuk memproyeksikan citra pemerintahan yang modern, transparan, dan berwawasan lingkungan, jauh dari kesan monumental kaku yang sering ditemukan pada arsitektur pusat pemerintahan lama.

Menanti Keputusan Politik: Wapres Berkantor di IKN 2026

Penyelesaian fisik Istana Wapres ini akan langsung disambut dengan antisipasi politik.

Basuki mengaku telah mendengar adanya keinginan kuat dari Wapres Gibran Rakabuming Raka untuk mulai berkantor di IKN pada tahun 2026.

Baca juga: Air Borneo Siap Buka Rute Penerbangan Langsung ke IKN

Namun, ia menegaskan, keputusan akhir terkait waktu perpindahan sepenuhnya berada di tangan wapres.

Kesiapan fisik Istana pada akhir tahun 2025 menjadi sinyal bahwa IKN telah memenuhi kewajiban infrastruktur untuk menyambut puncak pimpinan eksekutif negara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau