Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IKN Jadi Primadona Wisata Nataru, Qubika Hotel Raup Okupansi 70 Persen

Kompas.com, 27 Desember 2025, 14:04 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Geliat Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai magnet baru pariwisata Indonesia semakin tak terbendung pada pengujung tahun 2025.

Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, mengatakan, fenomena ini tercermin dari lonjakan drastis jumlah wisatawan yang memadati Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

"Berdasarkan data pada hari Natal, 25 Desember 2025, tercatat sebanyak 37.000 orang menyerbu IKN dengan mobilitas kendaraan mencapai 10.000 unit," ujar Alimuddin, kepada Kompas.com, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga: Sambut Tahun Baru di IKN, Ini Destinasi yang Wajib Dikunjungi

Di tengah euforia tersebut, Qubika Boutique Hotel Nusantara meraup tingkat okupansi hingga 70 persen.

Fasilitas akomodasi ini menawarkan pengalaman menginap unik dan ramah lingkungan bagi para pelancong yang ingin menyaksikan langsung progres pembangunan IKN.

General Manager Qubika Boutique Hotel Nusantara, Rizal Murdiansyah, mengungkapkan, tingkat okupansi hotel selama libur Natal mulai tanggal 24 hingga masa long weekend konsisten berada di atas 70 persen.

Angka ini diprediksi akan terus meroket hingga mencapai puncaknya pada malam pergantian tahun.

Baca juga: Panduan Lengkap ke IKN Lewat Jalan Tol Gratis Sampai 4 Januari 2026

"Kami sangat optimistis untuk mencapai okupansi penuh atau 100 persen, mengingat saat ini pesanan kamar yang sudah masuk (on hand) telah menyentuh angka 80 persen," ungkap Rizal.

Menurut Rizal, kenaikan signifikan ini tidak lepas dari posisi IKN yang menjadi daya tarik luar biasa bagi warga Kalimantan Timur, khususnya dari Samarinda dan Balikpapan.

Tipe kamar di Qubika Boutique Hotel Nusantara, IKNQubika Tipe kamar di Qubika Boutique Hotel Nusantara, IKN
Promosi Efektif

Banyak keluarga yang merasa jenuh dengan suasana kota yang itu-itu saja di Samarinda atau Balikpapan memilih berbondong-bondong menuju IKN.

Di IKN, mereka tidak hanya berwisata, tetapi juga membuktikan kebenaran informasi melalui pengamatan langsung.

Baca juga: Jumlah Kunjungan ke IKN 37.000 Orang Saat Natal 2025

Di tengah selentingan media sosial yang menyebut pembangunan IKN terhenti atau mangkrak, kehadiran fisik para wisatawan ini menjadi bukti sahih bahwa progres pembangunan terus berjalan.

Fenomena ini secara otomatis menjadi strategi promosi yang sangat efektif bagi Qubika Hotel, yang posisinya sangat strategis untuk mendukung mobilitas pengunjung di kawasan tersebut.

Daya Tarik

Ada pun daya tarik utama Qubika Boutique Hotel terletak pada unique selling point yang jarang ditemukan di hotel konvensional lainnya.

Mengusung konsep container hotel ramah lingkungan, Qubika menawarkan atmosfer eco-green dengan pemandangan hutan alami yang masih asri.

Baca juga: Tol IKN Membeludak, Natal dan Haul Sekumpul Picu Kemacetan GT Manggar

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau