Penulis
Basuki juga menyampaikan permohonan maaf jika fasilitas penyambutan masih memiliki kekurangan, sembari berjanji bahwa momentum hari besar ke depan akan dikemas dengan program yang jauh lebih baik dan menyentuh hati masyarakat.
Apa yang terjadi di KIPP Nusantara pada hari pertama 2026 ini memberikan pesan tersirat kepada dunia: Indonesia sedang tidak membangun kota mati yang hanya berisi gedung perkantoran.
Nusantara sedang dibangun sebagai kota yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan kebersamaan.
Baca juga: Ke IKN, Gibran Naik B737-900 TNI AU, Mendarat Mulus di Bandara Nusantara
Pagelaran seni ini adalah bukti bahwa di antara sistem transportasi otonom dan energi terbarukan, identitas nasional tetap menjadi fondasi utama.
Pertunjukan musik tradisional Kalimantan yang bersahutan dengan tawa anak-anak di arena permainan rakyat menciptakan narasi bahwa kemajuan teknologi tidak harus mengorbankan akar tradisi.
Nusantara tumbuh menjadi ruang interaksi publik yang inklusif. Di sini, setiap orang, baik warga lokal Kalimantan maupun pendatang dari Jakarta, Sumatera, hingga Papua, merasakan getaran yang sama: getaran bangga akan sebuah identitas baru yang disebut Ibu Kota Nusantara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang