Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) selalu identik dengan teknologi mutakhir dan infrastruktur yang melampaui zaman.
Salah satu yang paling menyita perhatian publik dan investor global adalah rencana pembangunan Tol Bawah Laut atau Immersed Tunnel (IMT) di Teluk Balikpapan.
Namun, mengawali tahun 2026, muncul dinamika baru terkait prioritas pembangunan proyek prestisius ini.
Baca juga: Apel Perdana 2026, Basuki Prioritaskan Kepindahan ASN Muda
Berdasarkan informasi terbaru dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur, terdapat pergeseran urgensi yang perlu dipahami oleh para pemangku kepentingan.
Humas BBPJN Kaltim, Arief Setiawan, mengungkapkan IMT saat ini masih dalam tahap desain.
"Hingga Januari 2026, dokumen Detailed Engineering Design (DED) belum rampung sepenuhnya," ungkap Arief kepada Kompas.com, Rabu (7/1/2026).
Arief menambahkan, terowongan bawah laut saat ini belum menjadi prioritas utama karena konektivitas antara Balikpapan dan IKN sudah berhasil tersambung melalui Jembatan Pulau Balang.
Baca juga: Siapa yang Bakal Mengelola Tol IKN?
Dengan selesainya Jembatan Pulau Balang, mobilitas logistik dan penumpang sudah terfasilitasi.
Sementara, teknologi IMT memerlukan investasi yang sangat masif dan keterlibatan pakar internasional seperti dari Belanda atau Korea Selatan.
Meskipun, rencana awal terowongan bawah laut sebenarnya bertujuan untuk melindungi kawasan hutan mangrove dan habitat bekantan di Teluk Balikpapan agar tidak terganggu oleh jalan tol darat yang membelah hutan.
Pembangunan IMT sedianya akan direalisasikan sebagai bagian dari jaringan konektivitas Jalan Tol IKN Seksi 4A dan 4B.
IMT IKN akan menghubungkan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) dengan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Baca juga: IKN dalam Bingkai Foto, Denyut Kehidupan, dan Hangatnya Kebersamaan
Melintasi Sungai Sepaku, IMT IKN didesain dengan panjang rencana 1,82 kilometer.
Strukturnya terdiri dari immerse section sepanjang 1,08 kilometer dan bangunan pendekat 0,74 kilometer yang mencakup cut and cover sepanjang 0,340 kilometer dan U-type 0,4 kilometer.
Konsep desain IMT IKN direncanakan menggunakan single box dengan total lebar penampang 40,8 meter yang terbagi menjadi dua chamber.