Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menjaga Jangkar Ekonomi, Strategi BI Balikpapan Hadapi Volatilitas 2026

Kompas.com, 29 Januari 2026, 22:06 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Di tengah transformasi besar Kalimantan Timur sebagai titik tumpu gravitasi ekonomi baru nasional, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan menegaskan perannya sebagai jangkar stabilitas.

Memasuki tahun 2026, otoritas moneter di wilayah ini meluncurkan peta jalan komprehensif yang mengawinkan pengendalian inflasi progresif dengan penguatan ekonomi kerakyatan yang inklusif.

Baca juga: Strategi BI Kaltim Jaga Stabilitas Harga Pangan dan Tekan Ketergantungan Batubara

Meliputi wilayah kerja strategis yang mencakup Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser, BI Balikpapan menyadari bahwa posisinya kini berada di garis depan pertumbuhan nasional.

Sinergi lintas sektor menjadi harga mati untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya tumbuh tinggi, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.

Benteng Pengendali Inflasi

Stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama BI Balikpapan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan, Robi Ariadi, menekankan bahwa efektivitas pengendalian inflasi sangat bergantung pada sinkronisasi kebijakan antara Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

"Sinergi dan kolaborasi akan terus diperkuat bersama berbagai mitra utama yang tergabung dalam TPID. Fokus kita adalah pada implementasi program nyata seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar yang lebih intensif, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)," tutur Robi, dikutip Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Kerek UMKM Balikpapan dan IKN Naik Kelas, BI Dorong Penggunaan QRIS Tap

Lebih dari sekadar pasar murah, BI Balikpapan masuk ke ranah hulu dengan memfasilitasi sarana prasarana produksi bagi kelompok tani dan peternak.

Langkah strategis lainnya adalah penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD). Dengan menghubungkan daerah sentra produksi langsung ke distributor di Balikpapan, BI berupaya memotong rantai pasok yang panjang, sehingga harga pangan di level konsumen tetap terkendali.

UMKM 2026: Inovasi Wastra dan Akselerasi Pasar Ekspor

Dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pemberdayaan UMKM menjadi mesin penggerak utama.

BI Balikpapan tidak hanya memberikan pelatihan teknis, tetapi juga mendorong transformasi digital dan akuntabilitas keuangan melalui aplikasi SIAPIK.

Program unggulan di tahun 2026 mencakup penguatan kualitas produk wastra dan batik melalui workshop Ready to Fashion.

Baca juga: Alarm Merah Inflasi IKN Berbunyi, BI Kaltim Siapkan Jurus 4K

BI melihat potensi besar pada produk kreatif daerah untuk menembus pasar internasional. Bekerja sama dengan Export Center Provinsi Kaltim, BI memfasilitasi business matching dan pitching untuk mempertemukan pelaku usaha lokal dengan pembeli (buyer) mancanegara.

"Kami ingin UMKM kita naik kelas. Tidak hanya jago di kandang, tapi punya daya saing global. Oleh karena itu, kurasi oleh tenaga ahli menjadi prasyarat mutlak sebelum mereka dipertemukan dengan pasar ritel modern maupun pembeli luar negeri," tambah Robi.

Ekonomi Syariah dan Kemandirian Pesantren

Visi inklusivitas BI Balikpapan juga menyentuh aspek ekonomi syariah. Melalui pengembangan ekosistem halal dan pemberdayaan ekonomi pesantren, BI berupaya menciptakan kemandirian finansial di lingkungan pendidikan agama.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau