Penulis
Fokusnya jelas: sertifikasi halal untuk keterlusuran bahan pangan dan perluasan proyek wakaf melalui aplikasi digital.
Pesantren didorong memiliki unit usaha produktif yang mampu menopang biaya operasional internal secara mandiri.
Baca juga: BI Balikpapan Siap Terbangkan Pembatik Lokal Menuju Panggung KKI 2026
Efisiensi transaksi melalui elektronifikasi pemerintah daerah (TP2DD) menjadi pilar ketiga. BI Balikpapan menargetkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi di sektor parkir, transportasi, dan pasar.
Puncaknya adalah penyelenggaraan Festival Nontunai Nusantara (FENTURA) 2026. BI Balikpapan memasang target yang cukup berani untuk tahun ini yakni 83,8 Juta transaksi QRIS, dan 305.000 merchant QRIS.
Menjaga kedaulatan Rupiah tetap menjadi nafas pelayanan BI. Melalui program SERAMBI (Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri) serta kas keliling "Susur Pantai", BI memastikan uang layak edar menjangkau masyarakat pesisir sepanjang perairan Balikpapan hingga Paser.
Menggandeng TNI AL, operasi ini memastikan kehadiran negara dan otoritas moneter dirasakan hingga ke titik-titik terjauh.
Baca juga: Merajut Nusantara Lewat Wastra, Upaya BI Mengawinkan 2 Pakem Berbeda
Sebagai bentuk apresiasi dan wadah showcasing, BI Balikpapan akan menggelar tiga acara monumental Pekan Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional pada Juni, Gelar karya UMKM unggulan dan pagelaran busana wastra dalam Mahligai Nusantara 2026 yang digelar September, dan FENTURA SERIES 2026 yang merupakan kampanye akbar ekosistem digital.
Dengan strategi yang merambah dari stabilitas makro hingga edukasi mikro di tingkat kelurahan, KPwBI Balikpapan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur agar tetap tangguh, inklusif, dan siap menjadi wajah masa depan Indonesia di tahun 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang