Penulis
NUSANTARA, KOMPAS.com - Memasuki awal 2026, Ibu Kota Nusantara (IKN) makin berdenyut secara fungsional.
Fokus utama kini bergeser pada kesiapan hunian dan perkantoran bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 16 Kementerian/Lembaga (K/L).
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan, koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta para Sekretaris Jenderal dari 16 K/L tahap awal terus dilakukan untuk memastikan transisi berjalan mulus.
Baca juga: Keistimewaan Cerlang Nusantara IKN yang Bikin Dewan Juri Jatuh Cinta
Salah satu sorotan utama dalam persiapan ini adalah rampungnya fisik hunian dan perkantoran untuk para ASN.
"Batch I atau tahap I sudah tuntas 100 persen. Ini masuk Batch II," ujar Basuki, Jumat (30/1/2026).
Infrastruktur berikutnya yang siap adalah Istana Wakil Presiden. Basuki mengungkapkan, progres bangunan yang akan menjadi kediaman sekaligus kantor bagi Wapres Gibran Rakabuming Raka ini telah tuntas 100 persen.
"Fisiknya sudah selesai, mestinya Januari-Februari ini sudah Provisional Hand Over (PHO)," cetus Basuki.
Baca juga: Ada Tol IKN, PAM Group Bangun Apartemen dengan Investasi Rp 300 Miliar
Menariknya, Basuki membocorkan, Wapres Gibran Rakabuming Raka secara personal telah meninjau dan merasa cocok dengan fasilitas yang ada, termasuk keberadaan kolam renang yang cukup representatif.
"Enggak ada catatan khusus (dari Mas Gibran), beliau sudah merasa cocok. Ada kolam renang di dalam, (ukurannya) 50 meter," ungkapnya.
Keseriusan perpindahan kantor Wapres ini juga terlihat dari pergerakan administratif. Sebanyak 50 orang staf Wapres telah ditugaskan untuk melakukan persiapan teknis di lapangan. Sebagian dari mereka bahkan telah menempati hunian ASN di Tower 1B.
Meski fisik bangunan sudah berdiri kokoh, operasional penuh masih membentur satu variabel: furnitur.
Pengadaan interior dan furnitur untuk Istana Presiden serta Istana Wapres berada di bawah wewenang Sekretariat Negara (Setneg).
Baca juga: Menteri Agama Dijadwalkan Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN
"Kalau mau segera berkantor di sini, tergantung furniturnya. Kalau belum siap, harus ada pengadaan lewat lelang, dan itu memakan waktu sekitar 45 hari," jelas Basuki.
Sebagai solusi jangka pendek, tim teknis dari Setneg sedang melakukan survei untuk memanfaatkan furnitur yang sudah tersedia di kantor-kantor Kemenko guna mempercepat proses hijrah setelah masa Lebaran.
Tak hanya soal birokrasi, IKN juga bersiap menyambut momentum spiritual. Masjid Negara IKN diproyeksikan bisa digunakan pada bulan Ramadan tahun ini.
Basuki mengungkapkan adanya keinginan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar agar salat Idul Fitri pertama di IKN dapat dilaksanakan di masjid megah tersebut.
Baca juga: Istana Wakil Presiden di IKN Dilengkapi Kolam Renang 50 Meter
"Saya kira kalau untuk Tarawih sudah bisa, berarti salat Id juga bisa digunakan," tambahnya.
Secara keseluruhan, pembangunan IKN Batch 1 telah mencapai titik puncak dengan progres 100 persen, termasuk infrastruktur jalan hingga sumbu kebangsaan.
Saat ini, fokus beralih ke Batch 2 yang melibatkan lebih banyak proyek strategis, termasuk pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif yang ditargetkan tuntas pada 2028.
"Harus optimistis tuntas 2028. Pembangunan IKN saat ini secara umum sudah berjalan baik, jalan akses hingga sumbu kebangsaan sudah selesai 100 persen. Sekarang kita masuk ke Batch 2 untuk melengkapi fasilitas hunian dan perkantoran lainnya," pungkas Basuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang