NUSANTARA, KOMPAS.com - Nahkoda pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, mengambil langkah cerdas dengan mengubah cara pandang pegawai Otorita IKN terhadap ibu kota negara baru tersebut, dari "tempat merantau" menjadi "rumah".
Kepala Otorita IKN tersebut membiasakan timnya untuk menggunakan kata pulang ke IKN dan kata pergi jika para pegawai ingin mengambil cuti atau libur untuk menuju ke domisili asal.
Bahkan, pria yang dikenal senang bergurau tersebut mengatakan bahwa tidak mengizinkan pegawainya mengambil cuti jika alasannya adalah "pulang ke daerah asal".
Baca juga: Ada Kolam Renang Olympic Size 50 Meter di Istana Wakil Presiden IKN
"Kalau pegawai Otorita IKN minta cuti buat pulang ke Jawa enggak saya izinkan, kalau pulang ya ke IKN," kata Basuki seraya bergurau, dikutip Kompas.com, Senin (2/2/2026).
Namun tentu saja, Basuki tetap memberikan hak cuti tersebut kepada pegawainya sesuai dengan ketentuan perundangan, asalkan mereka membiasakan menyebut perjalanan ke daerah asal adalah pergi dan ke IKN adalah pulang.
Fokus utama kini bergeser pada kesiapan hunian dan perkantoran bagi ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari 16 Kementerian/Lembaga (K/L).
Basuki menegaskan, koordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) serta para Sekretaris Jenderal dari 16 K/L tahap awal terus dilakukan untuk memastikan transisi berjalan mulus.
Salah satu sorotan utama dalam persiapan ini adalah rampungnya fisik hunian dan perkantoran untuk para ASN.
Baca juga: IKN Siap Tampung Pemindahan Tahap Awal ASN dari 16 Kementerian/Lembaga
"Batch I atau tahap I sudah tuntas 100 persen. Ini masuk Batch II," ujar Basuki, Jumat (30/1/2026).
Infrastruktur berikutnya yang siap adalah Istana Wakil Presiden. Basuki mengungkapkan, progres bangunan yang akan menjadi kediaman sekaligus kantor bagi Wapres Gibran Rakabuming Raka ini telah tuntas 100 persen.
"Fisiknya sudah selesai, mestinya Januari-Februari ini sudah Provisional Hand Over (PHO)," cetus Basuki.
Menariknya, Basuki membocorkan, Wapres Gibran Rakabuming Raka secara personal telah meninjau dan merasa cocok dengan fasilitas yang ada, termasuk keberadaan kolam renang yang cukup representatif.
Baca juga: Keistimewaan Cerlang Nusantara IKN yang Bikin Dewan Juri Jatuh Cinta
"Enggak ada catatan khusus (dari Mas Gibran), beliau sudah merasa cocok. Ada kolam renang di dalam, (ukurannya) 50 meter," ungkapnya.
Keseriusan perpindahan kantor Wapres ini juga terlihat dari pergerakan administratif. Sebanyak 50 orang staf Wapres telah ditugaskan untuk melakukan persiapan teknis di lapangan. Sebagian dari mereka bahkan telah menempati hunian ASN di Tower 1B.
Meski fisik bangunan sudah berdiri kokoh, operasional penuh masih membentur satu variabel: furnitur.