Pengadaan interior dan furnitur untuk Istana Presiden serta Istana Wapres berada di bawah wewenang Sekretariat Negara (Setneg).
Baca juga: Ada Tol IKN, PAM Group Bangun Apartemen dengan Investasi Rp 300 Miliar
"Kalau mau segera berkantor di sini, tergantung furniturnya. Kalau belum siap, harus ada pengadaan lewat lelang, dan itu memakan waktu sekitar 45 hari," jelas Basuki.
Sebagai solusi jangka pendek, tim teknis dari Setneg sedang melakukan survei untuk memanfaatkan furnitur yang sudah tersedia di kantor-kantor Kemenko guna mempercepat proses hijrah setelah masa Lebaran.
Tak hanya soal birokrasi, IKN juga bersiap menyambut momentum spiritual. Masjid Negara IKN diproyeksikan bisa digunakan pada bulan Ramadan tahun ini.
Basuki mengungkapkan adanya keinginan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar agar salat Idul Fitri pertama di IKN dapat dilaksanakan di masjid megah tersebut.
"Saya kira kalau untuk Tarawih sudah bisa, berarti salat Id juga bisa digunakan," tambahnya.
Baca juga: Menteri Agama Dijadwalkan Salat Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN
Secara keseluruhan, pembangunan IKN Batch 1 telah mencapai titik puncak dengan progres 100 persen, termasuk infrastruktur jalan hingga sumbu kebangsaan.
Saat ini, fokus beralih ke Batch 2 yang melibatkan lebih banyak proyek strategis, termasuk pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif yang ditargetkan tuntas pada 2028.
"Harus optimistis tuntas 2028. Pembangunan IKN saat ini secara umum sudah berjalan baik, jalan akses hingga sumbu kebangsaan sudah selesai 100 persen. Sekarang kita masuk ke Batch 2 untuk melengkapi fasilitas hunian dan perkantoran lainnya," pungkas Basuki.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang