Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Agung Indrajit Pastikan Tak Ada yang Mubazir dari Warisan Ali Berawi di IKN

Kompas.com, 15 Juli 2025, 21:26 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) semakin serius menggenjot visi sebagai kota cerdas dan hijau berkelas dunia.

Untuk mengakselerasi tujuan ini, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono melantik Agung Indrajit sebagai Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital (THD) pada Jumat, 11 Juli 2025.

Agung Indrajit yang sebelumnya bertugas sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi Bappenas, menggantikan Mohammed Ali Berawi, yang telah menyelesaikan masa tugasnya dan kembali ke Universitas Indonesia.

Baca juga: IKN Punya Deputi Baru, Ini Pesan Ali Berawi yang Bikin Haru

Kepada Kompas.com, Selasa (15/7/2025), Agung menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat fondasi yang telah diletakkan oleh pendahulunya, Mohammed Ali Berawi.

"Kebijakan sebelumnya pastinya tidak ada yang mubazir. Akan dijadikan fondasi untuk implementasi kota cerdas, hijau, dan berwawasan lingkungan," ujar Agung.

Agung juga menggarisbawahi peran krusial teknologi sebagai mainstreaming dalam setiap inisiatif dan fungsi di IKN, baik dari sisi sosial, lingkungan, maupun ekonomi.

Visi besar IKN adalah menjadi kota global yang mampu menyejahterakan masyarakatnya sekaligus menjaga lingkungan.

Baca juga: Resmi Diberhentikan, Ini Peran Kunci Ali Berawi di Balik Smart Forest City IKN

Untuk mencapai standar kota cerdas yang diakui secara global, Agung menuturkan, Otorita IKN akan mengintensifkan penerapan standar ISO dan SNI, termasuk ISO Smart City dan ISO 19152-4.

Penerapan standar ini akan memastikan bahwa IKN dibangun sebagai kota cerdas berwawasan lingkungan yang memiliki daya saing ekonomi tinggi, selaras dengan program pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Kolaborasi Inklusif dan Smart Community

Pembangunan IKN tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga berbagai lapisan stakeholder.

Oleh karena itu, Agung menekankan pentingnya keterlibatan pengusaha lokal, di samping mendorong investasi asing langsung atau Foreign Direct Investment (FDI) dan Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca juga: Daya Magis IKN, Pengajuan Izin Perumahan di PPU Melonjak 3 Kali Lipat

Dan yang tak kalah vital adalah partisipasi masyarakat.

"Tujuan dari semua kota cerdas adalah masyarakatnya yang cerdas (smart community)," jelasnya.

Komitmen ini terbukti dari rapat terbaru dengan Forum Komunikasi Pengusaha, yang membahas berbagai aspek pembangunan sesuai arahan Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono yang menekankan orientasi hasil, inklusivitas, dan akuntabilitas.

Agung juga memaparkan rencana ambisius untuk menjadikan IKN sebagai pusat (hub) teknologi, sains, rekayasa, dan pengetahuan.

Baca juga: Menakar Nasib Taksi Terbang IKN Ketika Tokoh Sentralnya Mengundurkan Diri

Dalam waktu dekat, Otorita IKN akan melakukan pendekatan persuasif mengajak pihak-pihak strategis seperti Korea dan UN Global Pulse Asia Pacific (UNGP-AP) untuk berkiprah di IKN.

Kehadiran UNGP-AP, yang merupakan program di bawah Sekretaris Jenderal PBB dan beranggotakan kumpulan ahli data scientist di Asia Pasifik, dinilai sangat strategis.

Ini akan memperkuat ekosistem inovasi dan riset di IKN, mendorong transformasi menuju masa depan yang damai, produktif, inklusif, dan menjaga lingkungan.

Dengan dilantiknya Agung dan komitmennya untuk melanjutkan serta mengembangkan fondasi yang ada, IKN semakin memantapkan posisinya sebagai kota masa depan yang cerdas, hijau, dan berdaya saing global, dengan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau