Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Siap Jadi Kota Teraman Dunia, Polres IKN Dirancang Smart Surveillance

Kompas.com, 25 Juli 2025, 09:06 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com – Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya dirancang sebagai pusat pemerintahan baru yang efisien, tetapi juga sebagai kota pintar teraman di dunia.

Ambisi besar ini bukan isapan jempol belaka, melainkan komitmen nyata yang tengah diwujudkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Polri kini tengah merancang pembentukan Polres Kota Kawasan IKN yang revolusioner, dilengkapi dengan sistem keamanan modern yang mengadopsi teknologi smart city.

Ini adalah langkah strategis untuk menjamin keamanan jangka panjang di jantung pemerintahan Indonesia yang baru.

Butuh Keamanan Non-Konvensional

"Pembentukan Polres Kota Kawasan IKN merupakan bentuk kesiapan kelembagaan Polri menghadapi tantangan baru di wilayah IKN yang memiliki karakteristik geografis dan sosial yang kompleks hingga tahun 2045," ujar Kapolda Kaltim Irjen Pol. Endar Priantoro di Samarinda.

Baca juga: Kalimantan Punya RS Pusat Jantung & Saraf Unggulan Pertama, Ada di IKN

Diwartakan Antara, Endar menjelaskan, sistem keamanan di IKN tidak bisa lagi dijalankan secara konvensional.

Hal ini mengingat visi IKN sebagai kota pintar, diperlukan adopsi teknologi canggih seperti sistem pengawasan pintar (smart surveillance) dan infrastruktur keamanan digital lainnya yang sejalan dengan visi Otorita IKN.

Ini berarti patroli bukan lagi sekadar mengandalkan personel, tetapi juga sensor, drone, dan Artificial Intelligence (AI) untuk deteksi dini dan respons cepat.

Penguatan Polsek Penyangga

Tidak hanya fokus pada smart security di inti kota, Endar juga menyoroti pentingnya penguatan Polsek di wilayah penyangga IKN.

Peningkatan kehadiran personel kepolisian di titik-titik rawan menjadi salah satu prioritas.

Langkah ini krusial untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, termasuk upaya pemberantasan peredaran narkotika yang kerap menjadi ancaman di kota-kota besar.

Baca juga: Bandara VVIP IKN Jadi Bandara Umum? Puan Maharani Tinjau Lapangan

"Koordinasi yang terbangun baik sejak tahap perencanaan akan memudahkan penanganan masalah keamanan, termasuk dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika di ibu kota negara yang baru nantinya," jelas Endar.

Sinergi antara pusat dan wilayah penyangga akan menciptakan jaring pengaman keamanan yang komprehensif.

Pembentukan Polres khusus dengan dukungan teknologi canggih ini dipandang Kapolda sebagai langkah fundamental. Ini adalah bukti komitmen Polri untuk memastikan IKN tidak hanya menjadi pusat pemerintahan yang efisien, tetapi juga menjadi kota yang aman dan nyaman bagi seluruh warganya.

Dengan perpaduan antara kecanggihan teknologi dan kehadiran personel yang strategis, IKN diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan keamanan di masa depan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau