Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Begini Suasana Ramadhan di IKN, Kumandang Adzan, Gemerlap Lampu Proyek, dan Rajutan Keberagaman

Kompas.com, 7 April 2024, 09:32 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

Omzetnya per hari bisa mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per hari. Angka ini, menurutnya jauh lebih tinggi dibandingkan warung di rumahnya yang paling banter meraup Rp 500.000 per hari.

Kedai Julia menyediakan penganan ringan seperti roti, biskuit, mie instan, minuman dalam kemasan, es teh, es campur, dan lain-lain.

Baca juga: Ribuan Pekerja Konstruksi IKN Mudik Bareng, 1.258 Orang Pakai Hercules

"Bahan baku saya dapatkan dari para tetangga, dan untuk yang kemasan saya ambil dari grosir di Sepaku," imbuh Haryati.

Untuk membantu dan menaikkan "kelas" UMKM macam Kedai Julia ini, OIKN memberikan pelatihan, pembinaan, serta pengelolaan usaha agar para UMKM ini mampu beradaptasi dan membersamai kemajuan dinamis zaman.

Contoh pelatihan yang diberikan adalah penjamah makanan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para petugas kantin, agar dapat memberikan makanan sehat dan bergizi.

Selain itu, pelatihan juga ditujukan untuk memperkuat yang pengawasan makanan dan minuman yang dilakukan oleh seluruh tenaga Puskesmas di wilayah kerja masing-masing.

“Pelatihan yang kami laksanakan akan diteruskan pada periode selanjutnya, sehingga seluruh petugas kantin mendapatkan sertifikat penjamah makanan, jadi tidak hanya mendapatkan ilmu saja,” tutur Suwito

Ke depanya, sambung Suwito, pihaknya bakal memberlakukan registrasi bagi kantin-kantin yang ada wilayah HPK IKN.

Sebagai salah satu syarat memperoleh registrasi, apabila kantin memiliki tenaga yang tersertifikasi pelatihan penjamah makanan.

Baca juga: UPDATE IKN: Sumbu Kebangsaan Sisi Barat Tahap I Tuntas 100 Persen

Pelatihan ini juga memiliki tujuan untuk menjaga kesehatan para pekerja konstruksi IKN sehingga mereka tetap produktif.

Karena saat ini sumber energi para pekerja konstruksi didapatkan dari makan dan minuman yang ada di kantin HPK IKN.

“Sehingga apabila kantin menyediakan makanan sehat dan bergizi tentunya akan menjaga kesehatan para pekerja dan terhindar dari penularan penyakit,” jelas Suwito.

Dibeberkannya, menurut Keputusan Menkes RI tentang persyaratan higienitas sanitasi rumah makan dan restoran, yang dimaksud dengan penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan makanan beserta peralatannya mulai dari persiapan, pembersihan, pengolahan, pengangkutan sampai penyajian.

Ramadhan Pertama di IKN

Raut wajah semringah terpancar dari rona dua anak muda generazi Z yang bekerja untuk konstruksi Jalan Seksi 6C-1: Sp 2 ITCI Simpang 1B yang berada di bawah naungan PT PP (Persero) Tbk.

Fithriyatul Aufa dan Wisnu Satria, dua di antara ribuan pekerja konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN) menikmati Ramadhan pertama di ibu kota masa depan Indonesia.KOMPAS.com/REZA NOOR FAHMI Fithriyatul Aufa dan Wisnu Satria, dua di antara ribuan pekerja konstruksi Ibu Kota Nusantara (IKN) menikmati Ramadhan pertama di ibu kota masa depan Indonesia.
Mereka adalah Wishnu Satria dan Fithriyatul Aufa yang masing-masing berasal dari Sumatera Barat, dan Yogyakarta. Bagi keduanya, ini merupakan pengalaman baru, Ramadhan pertama di IKN.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau