Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otorita IKN Adopsi Sistem Transportasi Cerdas yang Diterapkan Texas

Kompas.com, 28 April 2024, 06:00 WIB
Add on Google
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mengadopsi sistem transportasi dan mobilitas cerdas berkelanjutan rancangan North Central Texas Council of Governments (NCTCOG) untuk diterapkan di IKN.

Hal ini seiring dengan dikembangkannya IKN sebagai ibu kota berkelas dunia yang mengusung konsep kota cerdas.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi menuturkan, pembangunan kota cerdas perlu disertai dengan implementasi teknologi, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional kota, layanan publik, dan kualitas hidup masyarakat.

Baca juga: Otorita Susun Peta Jalan Pendidikan IKN, Apa Fungsinya?

Sistem transportasi cerdas atau Intelligent Transportation System (ITS) merupakan salah satu fitur kota cerdas yang akan dikembangkan IKN.

“Salah satu domain layanan publik yang akan dihadirkan adalah smart transportation and mobility yang akan mentransformasi cara bermobilitas di IKN,” kata Ali dalam kunjungan ke NCTCOG dan North Texas Tollway Authority (NTTA) yang disponsori United States Trade and Development Agency (USTDA), Jumat (26/4/2024).

NCTCOG merupakan instansi pemerintah yang melayani 16-county di wilayah North Central Texas. Badan ini memiliki lebih dari 230 anggota pemerintah kota yang didirikan untuk merencanakan pembangunan wilayah.

Direktur Transportasi NCTCOG Michael Morris menyatakan pentingnya regulasi dan tata kelola data dalam mengembangkan sistem transportasi cerdas di kawasan North Central Texas.

Baca juga: Progres 88 Persen, Rumah Jabatan Menteri di IKN Harus Kelar Juli Ini

“Langkah penting yang perlu dilakukan adalah memastikan ketahanan dan keberlanjutan teknologi yang digunakan, hal tersebut seperti memastikan keamanan publik dan pengelolaan data yang baik," cetus Morris.

NCTCOG telah mengimplementasikan sistem Advance Transport Management System (ATMS) dan kendaraan otonom selama beberapa tahun terakhir, dan sedang menyiapkan Advanced Air Mobility (AAM).

“Penilaian kelayakan teknologi di NCTCOG diberikan melalui proses sertifikasi CERTT yang diadopsi dari sistem penilaian kesiapan teknologi NASA," tambah Morris.

Ali mengungkapkan, saat ini IKN sedang melakukan Proof of Concept (PoC) di bidang transportasi cerdas, seperti ATMS, Autonomous Rail Rapid Transit (ART), dan AAM.

“Kami akan melakukan penilaian terhadap teknologi yang akan diuji-cobakan berdasarkan nilai interoperabilitas, keandalan, value for money, transfer teknologi, serta tingkat kematangan teknologi.” jelas Ali.

Baca juga: Anggaran Pembangunan Kantor Mabes Polri di IKN Tembus Rp 1,4 Triliun

Pada kunjungan ke NTTA, delegasi OIKN diajak melihat Safety Operations Center yang mengelola dan memonitor operasional seluruh jalan tol di kawasan North Texas.

Teknologi IoT dan video analytics dimanfaatkan untuk menjamin keamanan berkendara.

Direktur Lalu Lintas dan Manajemen Insiden NTTA Eric Hemphill mengatakan, penerapan teknologi pada pemantauan dapat mengurangi tingkat kecelakaan dan kemacetan yang terjadi di jalan tol.

“Tim kami dapat menyelesaikan suatu kejadian dalam waktu kurang dari 50 menit dengan pemanfaatan kamera sensor dan analisis berbasis kecerdasan buatan,“ tuntas Eric.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau