Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kampus Startup "K-Hub" Dibangun di IKN, 40 Perusahaan Teknologi Minat Partisipasi

Kompas.com, 26 April 2024, 21:13 WIB
Hilda B Alexander

Penulis

NUSANTARA, KOMPAS.com - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) tengah mencanangkan pembangunan K-hub atau Nusantara Knowledge Hub sebagai pusat riset dan kampus startup yang menggabungkan  pemerintah, industri dan institusi pendidikan.

Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN Mohammed Ali Berawi mengungkapkan, K-hub ini diminati oleh sejumlah institusi pendidikan asing dan domestik, salah satunya Stanford University telah menyatakan berminat dan akan berpartisipasi.

Selain itu, terdapat tujuh kampus besar dalam negeri yang telah melakukan MoU dengan OIKN dalam rangka pengembangan riset.

Baca juga: Bangun Gedung dan Rumah di IKN Bisa Pakai Kayu dan Bambu Rekayasa

Sementara itu, hingga April ini, menurut Ali, lebih dari 40 perusahaan teknologi global dan pelaku industri yang telah menyatakan ketertarikan berpartisipasi dalam pembangunan IKN.

"Hal ini menjadi potensi bagi pengembangan K-Hub sebagai pusat pengetahuan dan teknologi berkelanjutan, seperti halnya Station-F di Paris dan Newlab di New York," cetus Ali dalam keterangan kepada Kompas.com, Jumat (26/4/2024).

Ali pun beserta bersama Direktur Jenderal Aptika Kementerian Kominfo, beserta perwakilan dari Kemenkeu dan Bappenas berkesempatan mengunjungi Newlab.

Ini merupakan pusat teknologi multidisiplin berbasis komunitas startup, dalam rangkaian kegiatan misi perdagangan yang disponsori United States Trade and Development Agency (USTDA).

Baca juga: Komitmen IKN Wujudkan Kota dengan Mobilitas Cerdas

Delegasi diajak meninjau Newlab, kompleks bangunan yang direvitalisasi dari hanggar pembuatan kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat pada masa Perang Dunia II.

Bangunan ini diubahsuai (retrofit) pada tahun 2016, yang digunakan untuk memfasilitasi 1.000 orang dari 250 perusahaan teknologi dan startup.

Perusahaan ini datang dari berbagai sektor, seperti teknologi digitalisasi sektor konstruksi, smart pole, drone, dan energi terbarukan.

Dengan luas sekitar 7.800 meter persegi, Newlab terdiri dari ruang kerja dan laboratorium bersama untuk pengembangan teknologi terkini.

Ali mengungkapkan, IKN akan menjadi living lab bagi pengembangan teknologi, di mana riset dan inovasi menjadi salah satu pembangkit ekonomi ke depan.

Baca juga: 30 Tahun Lagi, Kendaraan Otonom, Drone, dan Robot Lalu Lalang di IKN

Untuk mewujudkan hal tersebut, OIKN mengembangkan Nusantara Knowledge Hub (K-Hub), konsorsium yang terdiri dari pemerintah, industri, serta institusi pendidikan dan pusat riset.

Pada groundbreaking keenam direncanakan pembangunan fasilitas pendidikan dan pusat riset di IKN, termasuk sekolah, universitas, serta pusat riset yang melibatkan Stanford Doer School of Sustainability bersama Pertamina dan Bakrie & Brothers.

Menurut Ali, Nusantara K-Hub merupakan upaya Pemerintah untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi terkini serta memfasilitasi perusahaan rintisan.

"Melalui Nusantara K-Hub, OIKN mengundang industri, perusahaan rintisan, serta institusi pendidikan dan teknologi untuk melakukan pembangunan brainware, peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan kinerja bisnis di Indonesia”, pungkas Ali.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau