NUSANTARA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) angkat bicara terkait keikutsertaan salah satu perusahaan milik Salim Group, PT Moya Indonesia, sebagai operator produksi air minum di Ibu Kota Nusantara (IKN), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU Endra S Atmawidjaja mengungkapkan, tender (lelang) atas pengelolaan proyek tersebut belum dilakukan.
Sehingga, belum dapat dipastikan apakah Moya masih tertarik sebagai operator atau tidak.
"Orang belum dilelang, nanti kalau udah dilelang baru kita tahu mereka masih tertarik apa enggak gitu. Itu kan lelang operator," ucap Endra usai ditemui di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Jakarta, Rabu (8/1/2025).
Baca juga: Transformasi Kota Cerdas IKN Mulai Terealisasi
Saat ini, Kementerian PU tengah menghitung ruang lingkup lelang proyek tersebut, salah satunya service contract (kontrak servis).
Sebelumnya, muncul pemberitaan terkait keikutsertaan Moya dalam mengelola Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sepaku.
Menurut Endra, hal ini didasari pengalaman yang dimiliki oleh entitas usaha milik Salim tersebut.
Adapun Moya saat ini diketahui telah mengelola beberapa SPAM di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang Barat, hingga Bintan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya