Penulis
KOMPAS.com - Sejalan dengan target swasembada pangan pemerintah dan arahan Kementerian BUMN, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Komitmen ini tercermin dalam capaian produksi dan ketersediaan stok pupuk bersubsidi maupun non-subsidi hingga awal tahun 2025.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Budi Wahju Soesilo, menyatakan sebagai salah satu produsen pupuk Urea terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, Pupuk Kaltim terus memastikan ketersediaan pupuk berkualitas bagi petani Indonesia, terutama di wilayah tanggung jawab distribusinya.
"Pupuk Kaltim optimis dapat memenuhi kebutuhan pupuk petani selama tahun 2025 ini," ujar Soesilo dalam keterangannya kepada Kompas.com, Selasa (18/3/2025).
Baca juga: Gubernur Kaltim Bakal Berantas Tambang Ilegal
Hingga 16 Maret 2025, stok pupuk bersubsidi Pupuk Kaltim tercatat mencapai 257.212 ton. Rincian stok tersebut meliputi 215.430 ton Urea, 21.834 ton NPK Phonska, dan 19.948 ton NPK Kakao.
Stok ini akan disalurkan ke wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara, yang menjadi area tanggung jawab distribusi Pupuk Kaltim.
Khusus untuk NPK Formula Khusus, Pupuk Kaltim bertanggung jawab atas distribusinya di seluruh Indonesia.
Tahun 2025 ini, Pupuk Kaltim mendapatkan penugasan untuk memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi sebesar 1.139.021 ton Urea, 370.742 ton NPK Phonska, dan 147.798 ton NPK Kakao dari total alokasi pupuk subsidi nasional sebesar 9,55 juta ton.
Hingga tanggal yang sama, Pupuk Kaltim telah menyalurkan pupuk bersubsidi sejumlah 222.040 ton, yang terdiri dari 155.068 ton Urea (14% dari alokasi), 56.250 ton NPK Phonska (15% dari alokasi), dan 10.722 ton NPK Formula Khusus (7% dari alokasi).
Dengan capaian realisasi awal tahun ini, Pupuk Kaltim optimistis mampu mencapai target produksi sepanjang tahun 2025 sebesar 6.425.000 ton.
Baca juga: Awal 2025, Penerimaan Pajak Kaltim-Kaltara Tembus Rp 4,3 Triliun
"Dengan kapasitas produksi sebesar 3.430.000 ton per tahun untuk Urea dan 300.000 ton per tahun untuk NPK, Pupuk Kaltim optimistis mampu memenuhi kebutuhan pupuk petani baik subsidi maupun nonsubsidi," kata Soesilo.
Selain fokus pada pengadaan pupuk berkualitas, Pupuk Kaltim juga aktif mendorong kemandirian industri petrokimia nasional dan program hilirisasi.
Salah satu langkah strategisnya adalah pembangunan pabrik soda ash pertama di Indonesia yang berlokasi di kawasan industri PT Kaltim Industrial Estate, Bontang.
Pabrik dengan kapasitas produksi hingga 300.000 metrik ton per tahun ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor soda ash, yang merupakan bahan baku penting untuk produksi kaca, tekstil, dan komoditas lainnya.
Selain itu, pabrik ini juga akan menghasilkan produk sampingan amonium klorida hingga 300.000 metrik ton per tahun yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk.
Pabrik soda ash ini juga mengedepankan ekonomi sirkular dengan kemampuan menyerap 170.000 ton karbon dioksida (CO2) per tahun sebagai bahan baku.
Ditargetkan beroperasi pada akhir tahun 2027, pabrik ini diprediksi akan menyerap lebih dari 800 tenaga kerja, termasuk tenaga kerja lokal.
"Pupuk Kaltim berkomitmen berperan aktif dalam peningkatan produktivitas pertanian dan mendorong industri petrokimia dalam negeri. Melalui inovasi dan penerapan teknologi, kami berharap dapat berkontribusi nyata untuk program-program prioritas pemerintah," pungkas Soesilo.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarangArtikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya